Ibuprofen, Anti Inflamasi dan Anti Nyeri Pilihan Utama : Indikasi dan Efek Sampingnya

Ibuprofen, Anyi Inflamasi dan Anti Nyeri Pilihan Utama : Indikasi dan Efek Sampingnya

Obat Generik : Ibuprofen

Obat Bermerek : Anafen, Arthrifen, Bufect / Bufect Forte, Dofen, Dolofen-F, Farsifen, Fenris, Iprox, Lexaprofen, Mofen, Nofena, Osfarin, Prifen, Profen, Proris, Prosic, Prosinal, Rhelafen/Rhelafen Forte, Ribunal, Spedifen, Yariven.

KOMPOSISI
Ibuprofen Tablet 200 mg : Tiap tablet mengandung Ibuprofen 200 mg.
Ibuprofen Tablet 400 mg : Tiap tablet mengandung Ibuprofen 400 mg.
Ibuprofen Sirup : Tiap 5 ml (1 sendok takar) mengandung Ibuprofen 100 mg.
Ibuprofen Forte Sirup : Tiap 5 ml (1 sendok takar) mengandung Ibuprofen 200 mg.
Ibuprofen Suppositoria : Tiap suppositoria mengandung Ibuprofen 125 mg.

FARMAKOLOGI

  • Ibuprofen merupakan derivat asam fenil propionat dari kelompok obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Ibuprofen bekerja melalui penghambatan enzim siklooksigenase pada biosintesis prostaglandin, sehingga konversi asam arakidonat menjadi PG-G2 terganggu.
  • Prostaglandin berperan pada patogenesis inflamasi, analgesia dan demam. Dengan demikian maka ibuprofen mempunyai efek antiinflamasi dan analgetik-antipiretik.
  • Khasiat ibuprofen sebanding, bahkan lebih besar dari pada asetosal (aspirin) dengan efek samping yang lebih ringan terhadap lambung.
  • Pada pemberian oral ibuprofen diabsorbsi dengan cepat, berikatan dengan protein plasma dan kadar puncak dalam plasma tercapai 1 – 2 jam setelah pemberian. Adanya makanan akan memperlambat absorbsi, tetapi tidak mengurangi jumlah yang diabsorbsi. Metabolisme terjadi di hati dengan waktu paruh 1,8 – 2 jam. Ekskresi bersama urin dalam bentuk utuh dan metabolit inaktif, sempurna dalam 24 jam.

INDIKASI

  • Meredakan demam.
  • Mengurangi rasa nyeri pada sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, nyeri setelah operasi pada gigi dan dismenore.
  • Terapi simptomatik rematoid artritis dan osteoarthritis.

KONTRAINDIKASI

  • Penderita yang hipersensitif terhadap asetosal (aspirin) atau obat antiinflamasi non steroid lainnya, dan wanita hamil trimester 3.
  • Penderita dengan syndroma nasal polyps, angioedema dan reaksi bronkospasme terhadap asetosal (aspirin) atau antiinflamasi non steroid yang lain.
  • Dapat menyebabkan reaksi anafilaktik.

DOSIS DAN ATURAN PAKAI

  • Dewasa : 200 – 400 mg , 3 – 4 kali sehari.
  • Anak-anak : 20 mg/kg berat badan/hari dibagi menjadi beberapa kali pemberian.

EFEK SAMPING

  • Efek samping adalah ringan dan bersifat sementara berupa mual, muntah, diare, konstipasi, nyeri lambung, ruam kulit, pruritus, sakit kepala, pusing dan heart burn.

PERINGATAN DAN PERHATIAN

  • Penderita gangguan fungsi ginjal, gagal jantung, hipertensi, dan penyakit lain yang mengakibatkan retensi cairan tubuh, asma, gangguan pembekuan darah, lupus ertematosus sistemik.
  • Hati-hati penggunaan pada anak usia di bawah 1 tahun, wanita hamil trimester 1 dan 2, dan ibu menyusui.
  • Hati-hati pemberian pada penderita tukak lambung atau mempunyai riwayat tukak lambung.
  • Hati-hati pada penderita yang sedang mendapatkan antikoagulan kumarin.

INTERAKSI OBAT

  • Asetosal (aspirin).
  • Dosis ibuprofen lebih dari 2,4 g per hari, dapat menggantikan warfarin dari ikatannya dengan protein plasma.

KEMASAN

  • Ibuprofen Tablet 200 mg
  • Ibuprofen Tablet 400 mg?
  • Ibuprofen Sirupbuprofen. Forte Sirup
  • Ibuprofen Suppositoria

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s