Artritis Septik, Gejala dan Penanganannya

Artritis septik adalah infeksi pada sendi, yang umumnya disebabkan oleh bakteri gonokokal maupun nongonokokal. Penyakit ini disebut juga artritis bakterialis, artritis supuratif, atau artritis infeksiosa. Penyebab nongonokokal tersering adalah Staphylococcus aureus, diikuti oleh Streptococcus sp. Selain itu, Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri gram negatif paling sering ditemukan pada dewasa.

Artritis septik yang disebabkan Neisseria gonorrhoeae merupakan entitas yang terpisah dari disseminated gonococcal infection .

Faktor risiko artritis septik antara lain adalah sebagai berikut:

  • Prostesis sendi lutut dan sendi panggul disertai infeksi kulit
  • Infeksi kulit dengan prostesis
  • Prostesis panggul dan lutut tanpa infeksi lutut tanpa infeksi kulit
  • Umur > 80 tahun
  • Diabetes Melitus
  • Artritis reumatoid yang mendapat imunosupresif
  • Tindakan bedah persendian atau prosedur injeksi intra-artikular
  • Lupus eritematosus sistemik (merupakan faktor risiko ke-5 di Filipina)

PENDEKATAN DIAGNOSIS

  • Anamnesis
  • Keluhan Utama: nyeri sendi akut, nyeri tekan, hangat, gerakan terbatas, gangguan fungsi. Pada 90% pasien umumnya hanya terkena satu sendi, yaitu sendi lutut. Lokasi lainnya dapat juga terjadi pada sendi panggul, bahu, pergelangan tangan atau siku meskipun lebih jarang.
  • Selain itu, keluhan demam ditemukan pada rentang suhu tubuh 38.3°-38.9°C (101 °-102°F), namun dapat pula ditemukan suhu tubuh yang lebih tinggi pada keadaan, seperti: artritis reumatoid, insufisiensi renal atau hepatik, dan kondisi yang membutuhkan terapi imunosupresif.
  • Riwayat Penyakit Dahulu: prostesis sendi, injeksi intra-artikular, trauma sendi

Pemeriksaan Fisik

  • Demam pada sepertiga pasien, pemeriksaan sendi yang terlibat: hangat, merah dan bengkak. Sebagian besar kasus mengenai 1 sendi (80%-90%).

Pemeriksaan Penunjang

  • Evaluasi cairan Sinovial:
  • Dapat ditemukan cairan sinovial yang keruh, serosanguin, atau purulen.
  • Jumlah sel dan diferensiasi
  • Jumlah selleukosit, yang berkisar 100,000/L (50,000-250,000/L), dengan >90% neutrofil, merupakan karakterisitik infeksi bakteri akut. Pada Crystal-induced, reumatoid, dan inflamasi artritis lainnya biasanya < 30,000-50,000 sel/L.
  • Sedangkan, hitung sel 10,000-30,000/L, 50-70% neutrofil dan sisanya limfosit, merupakan gambaran yang paling umum dari infeksi mikobakterial dan infeksi fungal.
  • Pewarnaan gram dan kultur untuk antibiotik
  • Organisme yang ditemukan pada infeksi dengan S. aureus dan streptokokus hampir mendekati tiga per empat kasus dan sisa 30-50% infeksi disebabkan oleh gram- negatif bakteri lain. Kultur cairan sinovial positif pada >90% kasus.
  • Mikroskopi polarisasi untuk mengeksklusi kristal artritis.

Pemeriksaan darah:

  • Kultur darah bisa positif walaupun kultur cairan sinovial negatif. Jumlah sel darah putih dan diferensiasinya, protein c reaktif, laju endap darah juga dapat membantu monitoring terapi

Gambaran rontgen

  • Pada orang dewasa pencitraan tidak dapat digunakan sebagai alat diagnostik artritis septik, tetapi dapat membantu sebagai dasar penilaian kerusakan sendi. Rontgen palos dapat digunakan untuk melihat jaringan lunak yang membengkak, pelebaran ruang sendi, dan pergeseran jaringan oleh kapsul yang mengalami distensi.
  • Gambaran penyempitan ruang sendi dan erosi tulang menunjukkan bahwa telah terjadi infeksi lanjut dan prognosis yang buruk. Ultrasonografi dapat digunakan untuk mendeteksi adanya efusi sendi dan bisa sebagai pemandu pada tindakan aspirasi. CT scan dan MRI dapat digunakan untuk membantu menilai luasnya infeksi.

DIAGNOSIS BANDING

  • Selulitis, bursitis, osteomielitis akut, artritis reumatoid, still disease, gout dan pseudogout

PENATALAKSANAAN

  • Aspirasi sendi yang adekuat
  • Pengobatan empiris dengan obat antibiotik intravena dapat dimulai setelah sampel kultur dan jenis gram didapatkan
  • Bila pada hasil pemeriksaan gram didapatkan gram positif maka antibiotik empirik yang dapat diberikan adalah Oxacillin atau Cefazolin
  • Bila pada hasil pemeriksaan gram didapatkan gram negatif maka antibiotik empirik yang dapat diberikan adalah sefalosporin generasi ketiga seperti ceftriaxon atau cefotaxim
  • Antibiotik definitif intravena diberikan sesuai dengan hasil kultur selama dua minggu dan dilanjutkan dengan antibiotik oral selama empat minggu.
  • Latihan sendi segera setelah infeksi teratasi untuk mencegah deformitas sendi

KOMPLIKASI

  • Kerusakan kartilago atau tulang, osteomielitis, syok septik, gagal organ

PROGNOSIS

  • Angka mortalitas rawat inap mencapai 7-15% meski dengan penggunaan antibiotik. Pada usia tua, angka kematian ditemukan lebih tinggi. Angka mortalitas pada pasien dengan sepsis poliartikular dapat mencapai 30%. Dari 335 pasien yang datang ke rumah sakit dengan artritis septik, ditemukan data angka kematian sebagai berikut:
  • 0.7% dari 87 pasien dengan umur < 60 tahun
  • 4.8% dari 206 pasien dengan umur 60-79 tahun
  • 9.5% dari 42 pasien dengan umur > 80 tahun

REFERENSI

  • Fischer A.Primary Immune Deficiency Diseases. In: Longo Fauci Kasper, Harrison’s Principles of Internal Medicine 18’h edition.United States of America:Mcgraw Hill. 2012
  • Setiyohadi B, Tambunan A. lnfeksi Tulang dan Sendi. dalam: Sudoyo,Setiyohadi,Buku Ajar llmu Penyakit Dalam. Edisi V. Jakarta. lnterna Publishing. 2011
  • McPhee, Current Medical Diagnosis and Treatment 2011. 50’h ed. United State of American. 201

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s