Penanganan Paling Ampuh Nyeri Bahu Di Rumah

wp-1466116148119.jpgPenanganan Paling Ampuh Nyeri Bahu Di Rumah

Nyeri bahu merupakan kondisi yang cukup umum dan bisa dipicu oleh beragam masalah, seperti kejang otot, pergeseran sendi, ligamen terkilir, gangguan pada tulang belakang (bagian punggung tengah atau leher), atau bahkan karena penyakit jantung. Akan tetapi, penyebab paling umum nyeri bahu adalah karena otot dan/atau ligamen yang sedikit tertarik, biasanya karena terlalu berlebihan ketika digunakan di tempat kerja atau ketika berlatih. Kebanyakan nyeri bahu bisa sembuh sendiri dalam satu minggu, bahkan kadang-kadang lebih cepat apabila Anda menggunakan pengobatan rumah yang bermanfaat. Jika mengalami cedera bahu yang parah, mungkin Anda memerlukan bantuan medis profesional, termasuk operasi (tetapi ini jarang terjadi).

Penanganan nyeri bahu Di Rumah

  • Istirahatkan bahu Anda dan bersabarlah. Di kebanyakan kasus, penyebab nyeri bahu adalah karena terlalu sering digunakan secara berlebihan. Dengan kata lain, ini terjadi karena terlalu sering menggerakkan bahu atau mengangkat benda yang terlalu berat. Apabila hal tersebut yang tampaknya menjadi penyebab masalah bahu Anda, hentikan aktivitas tersebut selama beberapa hari atau lebih. Apabila cedera bahu yang Anda alami terkait dengan pekerjaan, mintalah kepada atasan untuk menangani hal lain untuk sementara waktu (pekerjaan yang tidak terlalu repetitif atau menguras tenaga) atau berpindah area kerja. Apabila cedera bahu yang Anda alami terkait dengan olahraga, mungkin beban yang Anda angkat terlalu berat atau Anda melakukan latihan dengan posisi yang keliru. Berkonsultasilah dengan pelatih untuk mendapatkan saran.
  • Sebaiknya Anda mengistirahatkan bahu, namun tidak disarankan untuk tidak menggerakkan bahu sama sekali menggunakan gendongan jika Anda hanya mengalami cedera ringan. Ini bisa membuat bahu Anda mengalami “pembekuan”. Anda tetap memerlukan sedikit gerakan pada bahu untuk merangsang penyembuhan dan melancarkan aliran darah. Nyeri dan pegal biasanya menandakan adanya otot yang tertarik, sedangkan rasa nyeri yang menyengat ketika melakukan gerakan sering kali disebabkan oleh cedera yang terjadi pada persendian/ligamen. Nyeri bursitis dan tendon yang terjadi pada bahu biasanya akan bertambah parah di malam hari ketika penderita akan tidur.
  • Tempelkan es di bahu Anda. Apabila nyeri bahu terasa atau terlihat bengkak, tempelkan es (atau benda dingin yang lain) di area yang paling nyeri untuk mengurangi radang dan menghilangkan nyeri. Terapi es sangat cocok untuk cedera parah yang disertai radang. Tempelkan es selama kira-kira 15 menit setiap beberapa jam sekali hingga gejala nyeri bahu Anda berkurang atau hilang. Anda bisa mengurangi radang secara lebih efektif dengan menekan kantong es (icepack) pada bahu menggunakan perban. Selalu bungkus es batu menggunakan handuk tipis sebelum ditempelkan pada cedera untuk mencegah radang beku (frostbite) dan iritasi. Apabila tidak ada es batu, gunakan kantong gel beku atau sayuran beku yang ada di freezer
  • Cobalah menempelkan kompres panas basah (moist heat). Apabila nyeri bahu Anda sudah kronis (berlangsung dalam waktu yang lama) dan terasa sangat kaku saat di pagi hari atau sebelum berolahraga, tempelkan kompres panas basah pada area yang nyeri, dan jangan menggunakan es. Kompres panas basah bisa menghangatkan jaringan lunak (tendon, otot, dan ligamen) serta meningkatkan aliran darah ke area yang nyeri, sehingga bisa berguna untuk mengatasi rasa nyeri yang disebabkan oleh osteoarthritis (jenis aus karena pemakaian) atau cedera lama karena berolahraga. ahan kompres panas basah yang baik adalah kantong berisi biji-bijian (biasanya beras atau gandum), herbal, dan/atau minyak asiri yang tahan jika dimasukkan microwave. Tempelkan kompres panas tersebut selama kira-kira 15 hingga 20 menit di pagi hari atau sebelum melakukan latihan. •Panas basah juga bisa didapatkan dengan mandi menggunakan air hangat. Anda bisa menambahkan garam Epsom agar otot bisa relaks dan santai.
    •Hindari penggunaan panas kering seperti bantalan pemanas tradisional karena bisa membuat jaringan lunak kekurangan cairan dan meningkatkan risiko cedera.
  • Minumlah obat tanpa resep dokter. Apabila nyeri bahu sudah tidak tertahankan dan tidak bisa hilang setelah diberi terapi dingin atau panas basah, cobalah meminum obat antiradang atau pereda nyeri tanpa resep dokter. Obat antiradang yang paling sesuai untuk menangani pembengkakan bahu (misalnya bursitis dan tendonitis) di antaranya adalah naproxen (Aleve) serta aspirin dan ibuprofen (Advil, Motrin). Obat penghilang nyeri (analgesik), misalnya asetaminofen (Parasetamol dan Tylenol) paling sesuai untuk mengatasi rasa nyeri biasa yang tidak disebabkan oleh radang. Ingatlah bahwa obat-obatan tersebut hanya solusi jangka pendek untuk mengatasi nyeri bahu dan bukan untuk penggunaan setiap hari selama lebih dari beberapa minggu karena menimbulkan efek negatif terhadap ginjal, lever, dan lambung.
  • Selain itu, Anda bisa mencoba menggunakan pelemas otot (misalnya cyclobenzaprine) untuk mengatasi nyeri bahu, namun jangan diminum bersamaan dengan obat lain. Ibuprofen tidak cocok bagi anak kecil, sedangkan asetaminofen sebaiknya tidak diberikan pada anak yang berusia di bawah 18 tahun karena adanya risiko sindrom Reye
  • Lakukan peregangan bahu yang sederhana. Nyeri bahu bisa disebabkan oleh otot yang kencang dan kaku, yang mungkin terjadi karena sikap tubuh yang buruk atau kurang gerak. Asalkan Anda tidak merasakan nyeri yang tajam, menyengat, atau menusuk ketika menggerakkan bahu, melakukan peregangan bahu secara ringan mungkin bermanfaat. Otot yang kencang dan terasa nyeri bisa dipulihkan dengan peregangan karena tindakan ini akan mengurangi otot yang tegang, meningkatkan aliran darah, serta menambah kelenturan tubuh.[6] Bahu yang lentur adalah hal yang penting karena mempunyai rentang gerak yang paling banyak daripada persendian lain di dalam tubuh. Tahan peregangan bahu selama sekitar 30 detik sambil melakukan pernapasan dalam, dan lakukan ini sebanyak 3 hingga 5 kali dalam sehari sampai rasa nyerinya berkurang. •Sambil duduk atau berdiri, arahkan salah satu tangan ke depan untuk memegang bagian bawah siku tangan yang lain. Tarik bagian belakang siku yang ditekuk secara melintang di depan tubuh hingga Anda merasakan peregangan yang nyaman di bahu yang terhubung dengan siku. Sambil duduk atau berdiri dengan tegak juga, arahkan satu lengan ke punggung dan lengan yang lain ke arah belikat, lalu satukan kedua lengan Anda. Dengan perlahan tarik lengan dengan punggung yang nyeri ke arah bawah hingga terasa meregang.
  • Cobalah mengubah area kerja Anda. Nyeri bahu bisa disebabkan oleh rancangan area kerja yang buruk. Apabila komputer, meja dan/atau kursi tidak ditata dengan tepat sesuai dengan tinggi dan tipe tubuh Anda, kondisi ini bisa membuat leher, bahu, dan punggung tengah menjadi tegang. Oleh sebab itu, ketika duduk di depan meja kerja dan menatap lurus ke depan: mata Anda harus memandang 1/3 bagian atas monitor, kemudian lengan bawah sejajar dengan lantai ketika mengetik dan ditopang dengan sandaran lengan. Siku Anda harus berjarak beberapa sentimeter dari bagian samping tubuh, dan telapak kaki harus menempel rata pada lantai.[Apabila Anda bekerja sambil berdiri, pastikan tubuh Anda tidak berputar secara terus-menerus. Kuncinya adalah menjaga keselarasan dan keseimbangan.
  • Untuk mencegah cedera bahu, minimalkan pekerjaan yang mengharuskan Anda mendongak ke atas dengan menggunakan tangga yang lebih tinggi atau bergerak mendekat ke sesuatu yang sedang Anda kerjakan.


     

    Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    Connecting to %s