Penanganan Terkini Plantar fasciitis, Penyebab Nyeri Tumit Tersering

1454978845418.jpgPenanganan Terkini Plantar fasciitis, Penyebab Nyeri Tumit Tersering

Plantar fasciitis adalah masalah kaki yang biasanya diketahui menimbulkan nyeri pada tumit. Istilah Plantar fasciitis diambil dari plantar fasia, sebuah ligamen yang menghubungkan tumit ke jempol kaki. Karena melintasi keseluruhan dari kaki, juga mendukung lengkungan kaki. Jadi, ligamen ini sangat rentan untuk menegang. Jika ini terjadi, Anda mungkin akan menjadi lemas serta merasakan nyeri dan peradangan pada area tersebut. Jika plantar fasia menegang berulang kali, ligamen tersebut beresiko untuk sobek secara keseluruhan.

Plantar fasciitis adalah inflamasi yang terjadi pada plantar fascia. Plantar fascia merupakan sekelompok jaringan padat dan kuat (ligamen) yang berada di sepanjang telapak kaki dan menghubungkan tulang jari-jari kaki ke tulang tumit. Inflamasi ini termasuk kondisi yang umum terjadi. Diperkirakan, sekitar 10 persen dari orang dewasa pernah mengalaminya, khususnya yang berusia 40 hingga 60 tahun. Wanita memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami kondisi ini.

Karena plantar fasia dapat aus karena digunakan secara terus menerus, plantar fasciitis biasanya menyerang orang yang berusia lanjut. Kondisi ini biasanya terjadi pada usia menengah, walaupun kondisi ini juga dapat menyerang orang-orang yang lebih muda, khususnya mereka yang sering berdiri untuk waktu yang lama.

Penyebab

  • Pronasi yang berlebihan, atau ketika kaki secara abnormal melengkung ke arah dalam ketika Anda berjalan
  • Usia. Plantar fasciitis sering dialami oleh orang yang berusia 40 hingga 60 tahun.
  • Jenis aktivitas tertentu, yang membuat tekanan besar bagi tumit dan jaringan di sekitarnya. Seperti berlari dan berjalan jarak jauh, menari balet, atau aerobik.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas. Kondisi ini akan memberikan beban berlebih pada plantar fascia.
  • Profesi yang menuntut Anda untuk terus berdiri, contohnya guru atau pekerja pabrik.
  • Ukuran atau jenis sepatu. Mengenakan sepatu dengan ukuran yang kurang pas atau tidak nyaman bisa memicu inflamasi ini.
  • Memiliki kaki datar
  • Memiliki lengkungan kaki yang tinggi
  • Lama berdiri
  • Lama berdiri di permukaan yang keras
  • Kelebihan berat badan
  • Mengenakan sepatu yang tidak pas
  • Mengenakan sepatu yang lama, robek dan tidak lagi cukup untuk melindungi kaki
  • Otot tumit (Achilles) yang kencang
  • Otot betis yang kencang
  • Cedera yang terus memburuk
  • Proses penuaan alami

wp-1509529478071..jpg

  • Nyeri di tumit yang kian memburuk ketika Anda berdiri atau berjalan
  • Nyeri di salah satu atau kedua tumit
  • Nyeri di langkah pertama setelah tidur atau duduk untuk waktu yang lama; nyeri mungkin berkurang seiring Anda melangkah
  • Nyeri yang bertambah secara perlahan seiring berjalannya hari
  • Nyeri ketika menaiki tangga
  • Rasa kaku yang memburuk di pagi hari
  • Gejala utama plantar fasciitis adalah rasa sakit pada telapak kaki di dekat tumit. Indikasi ini bisa terjadi pada salah satu kaki atau keduanya secara bersamaan.
  • Sensasi sakit cenderung berpusat pada satu titik dan biasa terasa paling sakit ketika Anda pertama kali melangkah setelah bangun pagi. Di samping itu, plantar fasciitis juga bisa dipicu akibat terlalu lama berdiri, saat bangun dari posisi duduk, atau setelah berjinjit.
  • Jika merasakan nyeri pada bagian tumit saat melangkah setelah bangun pagi atau duduk terlalu lama, periksakanlah ke dokter. Plantar fasciitis yang dibiarkan dalam waktu yang lama berpotensi memicu dampak negatif, misalnya gangguan pada kaki, lutut, panggul, atau punggung.

     

wp-1509529502486..jpg

  • Plantar fasciitis umumnya dapat didiagnosis melalui gejala utama, yaitu rasa sakit pada tumit. Kondisi kaki, riwayat kesehatan, serta aktivitas pasien juga akan ditanyakan untuk dijadikan pertimbangan dalam diagnosis.
  • Kedua pemeriksaan tersebut biasanya sudah cukup untuk memastikan diagnosis. Namun jika dibutuhkan, dokter juga mungkin menganjurkan prosedur X-ray atau USG pada kaki
  • Jika Anda mengalami gejala-gejala yang di atas, terutama pada area lengkungan kaki, berkonsultasilah kepada dokter untuk memastikan apakah Anda menderita plantar fasciitis atau tidak. Diagnosa yang tepat dan deteksi dini penyakit dapat membantu meringankan gejala-gejala Anda agar Anda dapat melakukan aktifitas sehari-hari dengan nyaman. Mulai sesegera mungkin akan meningkatkan prognosa
  • Bagaimanapun juga, sangat penting untuk mendiagnosa plantar fasciitis secara tepat karena ada masalah kesehatan lain yang mungkin menimbulkan gejala yang serupa . Hal ini harus segera dihilangkan sebelum plantar fasciitis dapat didiagnosa dan diobati.
  • Untuk pemeriksaan awal, Anda dapat mendatangi dokter keluarga Anda, dokter ahli olahraga, ahli penyakit kaki, dan ahli tulang (ortopedi). Untuk memastikan apakah masalahnya disebabkan oleh plantar fasciitis yang tegang atau robek, dokter Anda akan melihat Anda berjalan dan berdiri, menganalisa riwayat kesehatan dan kondisi kesehatan, serta menilai gejala Anda. Ia akan bertanya secara rinci mengenai lokasi pasti atau asal sakitnya. Ia juga akan menilai faktor resiko Anda mengidap plantar fasciitis dengan mempertimbangkan tingkat kegiatan fisik yang Anda lakukan. Jika diperlukan, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti tes darah, pemindaian tulang, MRI, dan pengujian pembuluh darah (vaskular), jika dokter Anda berfikir bahwa ada saraf yang tertekan atau terjepit, Anda akan dirujuk untuk menemui ahli saraf (neurolog) untuk menjalani tes.

wp-1509529440995..jpg

  • Ada banyak jenis perawatan yang mungkin dapat membantu meringankan gejala dari plantar fasciitis yang dapat digabungkan ke dalam rencana pengobatan keseluruhan pasien dan harus ditaati. Rencana perawatan ini akan dirancang secara khusus sesuai dengan kebutuhan Anda. Tujuan utama dari perawatan plantar fasciitis adalah: Untuk mengurangi radang dan meringankan sakit tumit, Untuk meningkatkan tingkat kesembuhan pada ligamen yang terluka, Menguatkan kaki, Megobati masalah pada kaki dan Memungkinkan pasien untuk kembali ke kegiatannya sehari-hari
  • Obat NSAID (nonsteroidal anti-inflammatory drugs – obat anti peradangan non steroid), seperti ibuprofen or naproxen. Selain obat sakit yang dapat diminum, obat ini juga dapat tersedia dalam bentuk krim yang dapat dioleskan pada area yang sakit.
  • Latihan peregangan – melakukan latihan peregangan khusus, seperti meregangkan kaki dan betis, dapat meringankan gejala. Peregangan handuk juga dapat sangat membantu; untuk melakukan latihan ini, letakkan handuk yang sudah digulung di bawah bola kaki Anda dan tarik pinggirnya.
  • Mengenakan pelindung kaki yang lebih baik – jika menderita plantar fasciitis, sangat penting untuk menggunakan sepasang sepatu pelindung yang pas untuk tipe kaki, Contohnya, mereka yang memiliki lengkungan tinggi membutuhkan sepatu yang mendukung lengkungannya, sementara mereka yang mengalami pronasi berlebih harus menggunakan sepatu yang menyediakan bantalan tambahan. Bagi mereka dengan gaya berjalan yang normal, sepatu yang menyediakan keseimbangan antara bantalan dan dukungan sangat direkomendasikan.
  • Alat bantu penyangga kaki (Ortotis) – jika hanya satu kaki yang mengalami gejala, Anda juga dapat menggunakan sol kaki, cangkir hak, gips, dan bidai/bebat.
  • Suntikan steroid di bagian tumit – ketika digunakan dengan benar dan disuntikkan ke dalam bagian kaki yang benar, suntikan steroid bisa sangat membantu dalam pengobatan plantar fasciitis.
  • Program penurunan berat badan – ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang menderita plantar fasciitis akibat berat badan berlebih (obesitas). Agar meringankan tekanan yang ada pada kaki, pasien akan diminta untuk mengikuti program penurunan berat badan.
  • Suntikan kortikosteroid –  Satu hal yang umumnya ditambahkan pada rencana perawatan adalah suntikan kortikostreroid, yang hanya diberikan ketika pilihan pengobatan lain tidak bekerja. Ini dikarenakan suntikan ini memiliki resiko khusus; penggunaan berulang dapat menyebabkan kerusakan pada permukaan tumit dan bahkan terhadap plantar fasia.
  • Bedah – pembedahan hanya disarankan oleh dokter pada kasus yang sangat parah, seperti kasus-kasus dimana rasa sakit telah mengganggu pasien selama 6 hingga 12 bulan. Tindakan pembedahan utama yang biasa dilakukan untuk mengobati plantar faciitis adalah penghilangan plantar fasia, dimana bagian dari ligamennya dipotong untuk menghilangkan ketegangan dan meredakan radang. Namun, kasus pembedahan seperti itu sangatlah jarang; penelitian menunjukkan bahwa hanya 5 dari 100 pasien plantas fasciitis yang membutuhkan pembedahan
  • Jika rencana perawatan yang disarankan oleh dokter perawatan utama diikuti dengan baik, maka Anda akan merasakan peningkatan pada gejala Anda setelah beberapa minggu. Namun, nyeri masih akan terasa selama beberapa bulan sebelum benar-benar hilang. Kurang lebih 95% dari penderita kondisi ini dapat sembuh sepenuhnya dengan metode pengobatan non-pembedahan.
  • Memilih sepatu yang pas dan empuk sehingga nyaman digunakan.
  • Jangan mengenakan sepatu yang sudah rusak, khususnya sepatu olahraga.
  • Melakukan peregangan ringan pada tendon Achilles dan plantar fascia untuk mengurangi rasa sakit
  • Extracorporeal shock wave therapy (ESWT), yaitu penggunaan gelombang suara untuk menangani plantar fasciitis kronis.
  • Operasi. Langkah ini merupakan pilihan terakhir dalam menangani plantar fasciitis.
  • Membiarkan kaki Anda beristirahat – dikarenakan plantar fasciitis disebabkan oleh ligamen yang usang akibat tekanan, faktor yang paling penting dalam mengobati masalah kaki ini adalah untuk memberikan kaki waktu yang cukup untuk beristirahat. Hal ini mungkin membuat seseorang mengganti gaya hidupnya atau meninggalkan beberapa kegiatan tertentu yang mempengaruhi kaki. Selama waktu istirahat ini akan membuat ligamen menyembuhkan dirinya sendiri, jadi sangat penting untuk mengistirahatkan kaki anda sementara waktu.

KAPAN HARUS MENGHUBING DOKTER

  • Tumit yang sangat sakit
  • Demam
  • Radang di tumit
  • Hangat di tumit
  • Keram
  • Rasa kesemutan

Pencegahan

  • Mengenakan sepatu yang memiliki alas empuk dan pas di kaki.
  • Segera ganti sepatu Anda yang rusak, terutama sepatu olahraga.
  • Menurunkan berat badan bagi yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Lakukan pemanasan dan peregangan otot secara teratur, khususnya pada tendon Achilles dan plantar fascia sebelum berolahraga.

Sumber

  • Tahririan MA, Motififard M, Tahmasebi MN, Siavashi B. (2012). Journal of Research in Medical Sciences.
  • Cole C, Seto C, Gazewood J. (2005). “Plantar Fasciitis: Evidence-Based Review of Diagnosis and Therapy.” American Family Physician.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s