Nyeri Otot, Penyebab dan Penanganannya

wp-1466115914395.jpgNyeri Otot, Penyebab dan Penanganannya

Sakit otot, juga disebut nyeri otot atau myalgia, adalah rasa nyeri dan sakit yang melibatkan sejumlah kecil atau seluruh otot tubuh, mulai dari ringan sampai amat sangat. Otot adalah jaringan lunak yang tersusun oleh filamen protein yang memiliki panjang dan bentuk yang fleksibel. Fungsi utama otot adalah untuk mempertahankan dan mengubah postur, daya gerak, serta pergerakan organ dalam.

Walaupun kebanyakan sakit otot biasanya hilang dalam waktu singkat, dalam beberapa kasus dapat berlangsung dalam waktu yang lebih lama. Sakit otot dapat berkembang di hampir semua bagian tubuh, termasuk leher, punggung, kaki, dan bahkan tangan.

Nyeri otot atau myalgia adalah rasa sakit yang muncul pada bagian otot. Ini merupakan sebuah kondisi umum dan bisa terjadi pada semua orang. Nyeri otot bisa mulai terasa ketika seseorang sedang melakukan aktivitas atau setelahnya. Kondisi ini bisa dirasakan pada bagian mana pun karena hampir seluruh bagian tubuh memiliki jaringan otot dan biasanya tidak hanya melibatkan satu otot saja. Nyeri otot bisa melibatkan ligamen, tendon, dan fasia. Fasia merupakan jaringan ikat yang menghubungkan otot dengan otot dan jaringan di sekitarnya seperti saraf dan pembuluh darah.

Penyebab

  • Melakukan aktivitas fisik secara berlebihan, sehingga penggunaan otot menjadi terlalu dipaksakan.
  • Cedera atau trauma yang membuat otot terkilir.
  • Ketegangan terjadi pada salah satu atau beberapa bagian tubuh.
  • Fibromialgia. Suatu kondisi yang menyebabkan otot dan jaringan lunak terasa sakit ketika disentuh, disertai dengan kesulitan tidur, kelelahan, dan sakit kepala.
  • Polimiositis. Penyakit peradangan yang menyebabkan otot lemah dan terjadi pada kedua sisi tubuh.
  • Dermatomiositis. Penyakit peradangan yang menyebabkan otot lemah, disertai dengan ruam khas pada kulit.
  • Lupus. Penyakit peradangan kronis dimana sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang jaringan dan organ tubuh.
  • Infeksi bakteri atau virus, misalnya flu, penyakit Lyme, atau infeksi Staphylococcus.
  • Rheumatoid arthritis. Peradangan kronis pada sendi yang menyebabkan rasa sakit, bengkak, dan kaku pada persendian.
  • Distonia. Kondisi yang menyebabkan otot-otot berkontraksi secara tidak disengaja.
  • Rhabdomiolisis. Kondisi dimana jaringan otot hancur dan masuk ke dalam aliran darah. Kondisi ini bisa membahayakan nyawa seseorang jika tidak segera ditangani.
  • Efek samping obat-obatan, misalnya statin (obat yang biasanya dipakai untuk menurunkan kolesterol), ACE inhibitors (obat yang biasanya dipakai untuk menurunkan tekanan darah), dan kokain.

wp-1509529502486..jpg

 

  • Kapan nyeri otot mulai dirasakan?
  • Apakah nyeri otot sering kambuh di lokasi yang sama?
  • Adakah gejala lain yang menyertai nyeri otot?
  • Obat apa yang sedang dikonsumsi saat ini?
  • Jika pemeriksaan fisik dirasa belum mencukupi, dapat dilakukan pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan darah khusus untuk mengukur kadar enzim otot, serta pemeriksaan lainnya untuk mendeteksi keberadaan penyakit Lyme dan kelainan pada jaringan penghubung.

wp-1509529440995..jpg

Penanganan di Rumah

  • Mengonsumsi obat pereda rasa sakit yang dijual bebas, seperti paracetamol atau ibuprofen.
  • Mengompres bagian yang sakit dengan es batu selama 1-3 hari.
  • Mengistirahatkan bagian yang terasa sakit dan nyeri.
  • Melakukan pijatan ringan pada bagian otot yang terasa nyeri.
  • Tidur yang cukup dan hindari stres.
  • Melakukan yoga atau meditasi untuk meredakan ketegangan pada otot-otot yang bermasalah.
  • Melakukan olahraga secara rutin untuk membantu memulihkan ketegangan otot , misalnya dengan berjalan, bersepeda, atau berenang. Mulailah dengan porsi latihan dan olahraga yang ringan agar tidak memperparah kondisi.
  • Hindari mengangkat beban atau melakukan aktivitas lain yang membutuhkan banyak kerja otot, sampai otot pulih.

Penanganan oleh Tenaga Medis Profesional

  • Rasa sakit yang dirasakan sulit dijelaskan dan sangat parah.
  • Nyeri otot tidak juga menghilang setelah ditangani sendiri di rumah.
  • Nyeri otot disertai ruam atau pembengkakan di sekitar otot yang terasa sakit.
  • Munculnya gejala infeksi, seperti demam.
  • Nyeri otot muncul setelah gigitan kutu.
  • Nyeri otot muncul setelah Anda mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Kapan Harus dibawa Ke Dokter

  • Kesulitan menelan.
  • Sesak napas.
  • Berat badan bertambah dengan cepat.
  • Urine yang dibuang lebih sedikit dari biasanya.
  • Tidak bisa menggerakkan beberapa bagian tubuh atau otot menjadi lemas.
  • Leher terasa kaku.
  • Demam tinggi.
  • Muntah-muntah.

Pencegahan

  • Lakukan pemanasan dan pendinginan saat berolahraga.
  • Lakukan peregangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas fisik tertentu.
  • Cobalah melakukan peregangan secara teratur dan bangun dari tempat duduk untuk berjalan-jalan sejenak apabila Anda bekerja di balik meja untuk waktu yang lama. Lakukan hal ini setidaknya satu jam sekali.
  • Minum banyak air apabila Anda sering melakukan aktivitas fisik yang menguras tenaga.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s