Nyeri Haid, Penyebab dan Penanganannya

Nyeri haid atau dismenorea adalah kram otot yang dirasakan pada perut bagian bawah yang muncul sebelum atau ketika mengalami menstruasi. Nyeri yang dirasakan terkadang bisa cukup parah dan menyebar hingga ke punggung dan paha, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Rasa nyeri ini bisa berlangsung selama dua hingga tiga hari.

Nyeri haid berbeda dengan sindrom pramenstruasi (PMS), tapi gejala dari kedua kondisi ini bisa dianggap sebagai proses yang saling berkaitan. Kondisi ini akan membaik seiring bertambahnya usia dan juga setelah wanita memiliki anak.

Penyebab

  • Nyeri haid disebabkan oleh dinding otot rahim yang berkontraksi sehingga menekan pembuluh darah di sekitarnya. Akibatnya, pasokan oksigen ke dalam rahim terhambat dan memicu munculnya rasa nyeri di bagian bawah perut.
  • Sembilan dari sepuluh wanita akan mengalami nyeri haid dan rasa tidak nyaman saat mengalami menstruasi. Kondisi ini sangat umum terjadi. Rasa sakit atau nyeri yang muncul memiliki pengaruh berbeda-beda pada tiap wanita.
  • Dismenore sekunder. Dismenore sekunder sering kali mulai muncul pada usia 20 tahun. Jika pada usia 40 tahun ke atas timbul gejala nyeri haid yang tidak pernah dialami, penting sekali untuk memeriksakan diri ke dokter. Sakit dari dismenore sekunder biasanya dimulai lebih awal dalam siklus menstruasi dan berlangsung lebih lama dari kram menstruasi pada umumnya. Gejala lain adalah Anda akan merasakan nyeri yang semakin luar biasa selama haid dan akan menghilang setelah selesai menstruasi. Rasa sakit ini biasa disebabkan oleh gangguan pada organ reproduksi wanita seperti adanya kelainan organik dalam pelvis, bisa karena kista ovarium, endometriosis, infeksi menular seksual, radang panggul, mioma, atau penggunaan alat kontrasepsi IUD (spiral). Jika disebabkan karena nyeri haid sekunder, obat-obatan pereda nyeri biasanya tidak akan berpengaruh. Untuk mengetahui penyebab nyeri haid sekunder perlu dilakukan pemeriksaan dokter.Biasanya lewat USG saja tidak cukup. Untuk endometriosis (pertumbuhan jaringan endometrium di luar rahim) misalnya, perlu laparoskopi. Perlu juga pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui ada tidaknya infeksi.
  • Fibroid. Nyeri perut ini disertai dengan pendarahan yang berlebihan, sampai mengharuskan Anda mengganti pembalut 1-2 kali setiap jamnya. Apabila Anda mengalami hal seperti ini, maka disarankan Anda menjalani pemeriksaan karena hal tersebut bisa saja disebabkan oleh tumor jinak di saluran kemih. Tumor jinak ini biasanya ukurannya sebesar biji apel atau biji jeruk. Dan muncul pada wanita usia 30-an atau 40-an. Kasus ini biasa disebut dengan fibroid, dan menyebabkan rasa sakit, nyeri, dan membuat pendarahan jadi berlebihan. Umumnya pendarahan tidak akan berhenti 3-4 hari, tetapi bisa mencapai berminggu-minggu.
  • Endometriosis. Sebenarnya belum ada kejelasan apa yang menyebabkan hal ini. Tetapi, endometriosis adalah kondisi di mana saat lapisan yang seharusnya ada di rahim justru keluar dan tumbuh di luar organ terdekat. Kondisi ini sulit didiagnosis karena biasanya menyebabkan rasa nyeri di perut bagian bawah, dan gejalanya mirip dengan nyeri menstruasi. Cara mengetahuinya adalah dengan pengecekan atau mengamati rasa kram yang dialami saat sedang berhubungan intim.
  • Radang panggul Radang panggul adalah kondisi di mana nyeri di perut bagian bawah disertai dengan demam. Kondisi seperti ini sering dialami oleh banyak wanita. Ada rasa nyeri saat buang air kecil, dan warnanya berubah menjadi kehijauan. Biasanya ini terjadi karena disebabkan adanya peradangan di dekat saluran kemih. Apabila dibiarkan, akan berkembang menjadi infeksi dan menjadi penyakit gonore atau chlamydia.

wp-1509529478071..jpg

  • Mual dan kadang-kadang muntah
  • Sakit kepala dan pusing
  • Sering buang air kecil
  • Diare
  • Gejala-gejala di atas umumnya muncul sebelum atau ketika menstruasi dimulai. Kondisi ini biasanya bertahan dua hingga empat hari, tapi untuk kasus yang parah bisa bertahan lebih lama. Ketika perdarahan yang terjadi cukup banyak, rasa sakit juga akan makin bertambah. Kondisi ini akan membaik saat usia bertambah dan juga setelah Anda memiliki anak.
  • Terdapat juga nyeri haid yang muncul beberapa tahun setelah Anda mengalami menstruasi. Kondisi ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Tapi jika nyeri haid yang parah muncul tiap bulan, atau ketika Anda berusia di atas 25 tahun dan gejalanya memburuk, Anda disarankan untuk segera menemui dokter.

wp-1509529440995..jpg

  • Jika kondisinya tidak parah, nyeri haid biasanya bisa ditangani sendiri di rumah tanpa bantuan dokter. Obat-obatan pereda rasa sakit dapat dikonsumsi untuk membantu meredakan gejala yang muncul. Ada berbagai jenis obat pereda rasa sakit yang bisa dibeli bebas di apotek untuk mengatasinya.
  • Selain itu, terdapat beberapa cara alami yang bisa dilakukan sendiri untuk mengatasi nyeri haid yang muncul ketika Anda mengalami menstruasi. Tapi untuk nyeri haid yang parah, Anda disarankan menemui dokter untuk memeriksa faktor penyebab yang mendasari munculnya nyeri haid tersebut.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s