Nyeri Dada, Penyebab dan Penanganannya

wp-1466115914395.jpgNyeri Dada, Penyebab dan Penanganannya

Nyeri dada adalah rasa nyeri, sakit atau tertekan pada dada. Bagian tubuh yang terasa nyeri atau seperti ditusuk bisa dimulai dari bahu hingga ke tulang rusuk. Walau jarang terjadi, rasa sakit bisa menjalar ke rahang, leher, dan hingga ke tangan. Nyeri dada harus ditanggapi secara serius karena selain bisa menjadi gejala dari berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung. Anda harus berwaspada apabila Anda merasakan nyeri dada serta memiliki faktor risiko untuk menderita jantung koroner, yakni merokok, obesitas, menderita tekanan darah tinggi, diabetes, atau kolesterol.

Penyebab

  • Refluks asam lambung. Gastroesophageal reflux atau refluks asam lambung terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan, tabung yang menghubungkan antara tenggorokan dan perut Anda. Asam lambung bersifat sangat asam dengan pH sekitar dua sehingga menimbulkan sensasi terbakar di belakang tulang dada Anda. Sesekali asam lambung naik, itu tidak perlu Anda khawatirkan. Namun, jika mengalaminya dua kali dalam seminggu atau lebih, mungkin Anda memiliki penyakit gastroesophageal reflux (GERD). Jika tidak diobati, GERD dapat menyebabkan asma, dada sesak, dan kondisi yang disebut Barrett esophagus, yang dapat meningkatkan peluang Anda untuk mengembangkan jenis kanker langka.
  • Ketegangan otot Olahraga atau gerak otot dada berlebihan bisa menyebabkan ketegangan. Ketegangan otot dada (yang pasti terasa sakit) kadang disalahartikan sebagai serangan jantung. Demikian kata Jellis. Jika menekan dinding dada dan rasanya lumayan menyakitkan, itu lebih mungkin disebabkan oleh cedera muskuloskeletal daripada disebabkan oleh jantung.
  • Kostokondritis Diperkirakan, 13 sampai 36 persen orang dewasa yang datang ke ruang gawat darurat dengan keluhan nyeri dada akut didiagnosis kostokondritis. Kostokondritis adalah kondisi inflamasi saat tulang rusuk bertemu dengan tulang rawan, menurut jurnal American Family Physician tahun 2009. Penyebab kostokondritis bervariasi, mulai dari cedera dada hingga infeksi virus. Biasanya, orang dengan kostokondritis akan merasa semacam ada tekanan pada dinding dadanya, mirip dengan tegang otot dada dan daerah yang ditekan terasa lunak. Jika  memiliki kostokondritis, rasa sakit biasanya hilang dalam beberapa hari atau minggu. Anda boleh minum obat penghilamg rasa sakit yamg dijual di apotek untuk meringankannya.
  • Herpes zoster. Virus varicella-zoster penyebab cacar air yang biasa dialami anak-anak bisa aktif kembali bertahun-tahun setelah penderita dinyatakan sembuh. Biasanya, virus ini aktif ketika orang berusia 59 tahun atau lebih dan menyebabkan penyakit bernama herpes zoster. Gejala awalnya adakah gatal dan kulit terasa panas seperti terbakar. Jika bagian dada ikut terpengaruh, mungkin saja Anda mengiranya sebagai serangan jantung. Demikian kata Salman Arain, MD, ahli jantung intervensi dari McGovern Medical School di University of Texas Health Science Center dan di Houston dan Memorial Hermann Heart & Vascular Institute-Texas Medical Center. Beberapa hari kemudian, gejala lain berupa ruam dan kulit melepuh akan muncul.
  • Perikarditis nfeksi pernapasan sering menjadi penyebabnya. Selain itu, gangguan autoimun seperti lupus dan rheumatoid arthritis juga bisa jadi penyebab lainnya. Meskipun perikarditis biasanya jinak, kata Arain, ini benar-benar dapat memengaruhi kualitas hidup Anda. Untuk diagnosis, dokter mungkin mengadakan pemeriksaan CT scan, EKG, atau x-ray. Perikarditis Anda akan dibersihkan dan Anda diminta istirahat dalam beberapa hari atau minggu sambil minum obat pereda nyeri seperti ibuprofen untuk membantu meredakan peradangan.
  • Pankreatitis Salah satu contoh, pankreatitis atau peradangan mendadak akut di pankreas, yang terletak tepat di belakang perut.  Sakit perut yang intens dapat menjalar hingga ke dada. Rasa sakit pankreatitis biasanya mendalam dan intens,”. Jika berpikir menderita pankreatitis, Anda harus mendapatkan perawatan medis segera dan mungkin harus tinggal di rumah sakit selama beberapa hari untuk mendapatkan antibiotik, cairan IV, dan obat lainnya. Mungkin dokter juga akan melakukan tes darah dan tes lain seperti CT scan atau USG perut.
  • Penyakit arteri koroner. Penyakit arteri koroner atau coronary aertery desease (CAD) adalah jenis penyakit jantung yang disebabkan oleh penumpukan plak di arteri yang memasok darah ke jantung. Tersumbatnya aliran darah bisa menyebabkan nyeri dada. CAD dapat menyebabkan serangan jantung mendadak, juga berkontribusi terhadap gagal jantung dan aritmia. Kembali ke aturan nomor satu, jika Anda mengalami nyeri dada, penting untuk memeriksakan diri segera. Anda tidak selalu tahu, nyeri dada yang Anda alami apakah karena serangan jantung atau bukan. Sebab, Anda tidak tahu apakah itu akan berakibat fatal atau tidak. Jangan menunda dan jangan berjudi. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan yang terlambat
  • Infeksi pada saraf yang menimbulkan ruam.
  • Gangguan menelan atau disfagia.
  • Mastitis atau peradangan pada jaringan payudara.
  • Infeksi herpes zoster.
  • Batu empedu atau gangguan pada kandung empedu.
  • Fibromyalgia.
  • Serangan panik atau kecemasan – detak jantung penderitanya menjadi sangat cepat, sesak napas dan dilanda rasa ketakutan atau kecemasan yang hebat
  • Pneumotoraks atau adanya udara di antara kedua lapisan yang membungkus paru-paru, sehingga paru-paru mengempis dan penderitanya sangat sulit bernapas.
  • Emboli paru atau terbentuknya gumpalan darah di pembuluh darah paru-paru.

wp-1509529478071..jpg

Nyeri dada yang umumnya tidak berhubungan dengan jantung:

  • Dada terasa nyeri saat batuk atau menarik napas panjang.
  • Sulit menelan.
  • Dada terasa sakit saat ditekan.
  • Nyeri ulu hati atau serasa makanan dari lambung naik kembali ke kerongkongan.
  • Rasa nyeri yang bertambah parah atau membaik saat mengubah posisi tubuh.
  • Jika gejala sudah berlangsung terus-menerus selama tiga hari atau lebih, sering kambuh, atau bertambah parah dan sangat mengganggu, maka temui dokter.

Nyeri Dada Akibat Gangguan Pada Jantung

  • Nyeri dada juga bisa terjadi akibat gangguan pada jantung seperti angina dan serangan jantung. Angina terjadi karena adanya penyempitan arteri yang menyuplai darah ke otot jantung sehingga aliran darah ke jantung menjadi terbatas. Jantung tidak mendapatkan oksigen yang cukup dan akhirnya menyebabkan dada terasa nyeri.
  • Jika nyeri dada timbul saat melakukan kegiatan fisik dan rasa nyeri tersebut segera hilang usai beristirahat, maka kemungkinan besar adalah angina. Tapi jika rasa nyeri bertahan lebih dari 15 menit, Anda mungkin terkena serangan jantung. Serangan jantung akan membuat dada Anda terasa seperti diremas atau ditekan oleh benda berat.

Perbedaan utama antara angina dan serangan jantung

  • Nyeri dada akibat angina biasanya diakibatkan oleh kegiatan fisik, relatif ringan, berlangsung kurang dari 15 – 20 menit dan reda setelah mengonsumsi obat untuk angina.
  • Rasa tidak nyaman akibat serangan jantung akan tetap berlanjut walau pengobatan angina dengan nitrogliserin telah dilakukan. Rasa nyeri akibat serangan jantung bisa muncul saat tidur atau istirahat, tanpa perlu dipicu oleh aktivitas berat. Nyeri dada juga bisa disertai oleh berkeringat, rasa mual, dan rasa sakit yang menyebar ke lengan kiri atau rahang.

Gejala yang bisa menandakan serangan jantung atau masalah jantung lainnya adalah sebagai berikut:

  • Dada terasa nyeri saat melakukan kegiatan fisik dan reda dengan beristirahat.
  • Dada terasa tertekan atau sangat sakit.
  • Rasa sakit yang menyebar ke lengan, terutama lengan sebelah kiri.
  • Sulit bernapas.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Rasa nyeri berlangsung lama.
  • Pusing atau merasa lemas.
  • Keringat dingin.

Perlu diingat bahwa ada sebagian penderita penyakit jantung yang tidak mengalami rasa sakit yang parah dan hanya mengalami sedikit ketidaknyamanan pada dada. Oleh karena itu, harap waspada bagi mereka yang menderita obesitas, hipertensi atau tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes atau memiliki kebiasaan merokok. Jika Anda memiliki satu atau lebih dari faktor-faktor risiko ini dan merasa tidak nyaman pada dada, sebaiknya periksakan ke dokter untuk memastikan ini bukan serangan jantung.

Perikarditis juga bisa menyebabkan nyeri dada. Perikarditis adalah peradangan pada kantong yang mengelilingi jantung. Rasa nyeri atau sakit akan bertambah parah saat berbaring atau menarik napas.

Selain serangan jantung, ada juga kondisi yang bisa membahayakan nyawa dan menyebabkan nyeri dada, yaitu diseksi aorta. Kondisi ini terjadi ketika lapisan dinding pembuluh darah utama tubuh, aorta, sobek sehingga aliran darah ke tubuh terhambat. Gejalanya adalah nyeri dada yang hebat, sesak napas, hilang kesadaran denyut nadi yang sangat lemah di salah satu sisi tangan hingga kelumpuhan pada satu sisi tubuh (seperti stroke). Kondisi ini tergolong fatal dan memerlukan pertolongan medis secepatnya.

wp-1509529502486..jpg

  • X-ray. Pemindaian pada rongga dada dilakukan untuk memeriksa bentuk dan ukuran jantung, pembuluh darah, serta masalah pada paru-paru.
  • Electrocardiogram (ECG). Otot jantung yang cedera atau terluka tidak dapat menyalurkan impuls secara normal, dan tes ini dilakukan untuk memeriksa aktivitas kelistrikan jantung melalui elektroda yang ditempelkan di kulit.
  • Tomografi terkomputasi (CT scan). Tes ini dilakukan untuk memeriksa aorta atau keberadaan gumpalan darah di paru-paru.
  • Tes darah. Tes darah dilakukan untuk memeriksa kadar enzim yang meningkat ketika terjadi luka atau kerusakan pada otot jantung.
  • Kateterisasi jantung (angiogram). Tes ini dilakukan untuk memeriksa penyumbatan atau penyempitan arteri yang menuju jantung.
  • Echocardiogram. Echocardiogram dilakukan untuk memeriksa struktur dan fungsi jantung dengan menggunakan gelombang suara yang menghasilkan gambar.
  • Tes latihan stres.  Ada banyak tipe tes stres yang bisa dilakukan. Tujuan dari tes-tes tersebut untuk mengukur respons pembuluh darah dan jantung terhadap tingkat aktivitas.

wp-1509529440995..jpg

Obat-obatan

  • Aspirin. Obat antiinflamasi non-steroid (OAINS) yang diberikan untuk meredakan atau menghindari peradangan jantung.
  • Nitrogliserin. Obat penenang arteri yang diberikan untuk penderita angina atau mengalami penyempitan arteri jantung.
  • Obat pengencer darah. Obat ini digunakan untuk mengencerkan gumpalan darah pada arteri jantung atau paru.
  • Obat penekan kadar asam. Jenis obat ini membantu menekan kadar asam pada perut agar tidak naik ke kerongkongan hingga paru.
  • Obat antidepresan. Pengobatan ini biasa diresepkan untuk mengontrol emosi pasien agar tidak mempengaruhi aktivitas jantung atau paru.

Operasi

  • Pemasangan balon atau stent. Tindakan ini kerap dilakukan jika terdapat penyumbatan di jantung, dengan melebarkan pembuluh darah agar aliran darah dapat mengalir dengan lancar.
  • Inflasi paru. Tindakan ini biasa disarankan jika paru-paru pasien tidak bekerja dengan optimal.
  • Operasi bypass jantung. Untuk melancarkan aliran darah dalam jantung, dokter akan mengalihkan salah satu pembuluh darah dalam tubuh untuk menggantikan arteri jantung yang tersumbat.
  • Perbaikan diseksi aorta. Tindakan darurat yang dilakukan untuk memperbaiki atau menutup diseksi atau pecahnya pembuluh darah aorta agar aliran darah ke seluruh tubuh tidak terhambat.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s