Penilaian Nyeri pada Bayi, Anak, Dewasa dan Lansia

wp-1504660663651.Penilaian Nyeri pada Bayi, Anak, Dewasa dan Lansia

Penilaian nyeri yang tepat dan sistematis diperlukan untuk membuat diagnosis yang benar untuk menetapkan rencana perawatan yang paling baik untuk pasien yang mengalami nyeri.  The International Association for the Study of Pain mendefinisikan rasa sakit sebagai “pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan” yang terkait dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial. Manusia telah dilengkapi dengan kemampuan emosi negatif untuk suatu tujuan. Dari segi rasa sakit, kemampuan ini memungkinkan orang untuk sadar dan menyesuaikan diri dengan trauma jaringan.

Nyeri merupakan pengalaman subjektif internal yang tidak dapat langsung diamati oleh orang lain atau dengan penggunaan spidol fisiologis atau bioassay. Oleh karena itu, penilaian rasa sakit sangat bergantung pada penggunaan laporan-diri. Banyak usaha telah diinvestasikan dalam menguji dan menyempurnakan metodologi laporan-diri di dalam bidang penelitian nyeri manusia.

The Joint Commission on Accreditation of Healthcare Organization di Amerika Serikat telah menetapkan standar untuk penilaian rasa sakit pada pasien rawat inap. [7] Penilaian nyeri harus berlangsung, individual, dan terdokumentasi. Pasien harus diminta untuk menggambarkan rasa sakit mereka dalam hal karakteristik berikut: lokasi, radiasi, cara onset, pola temporal karakter, faktor pemburuk dan meringankan, dan intensitas.

Telah dinyatakan bahwa ukuran nyeri yang ideal harus sensitif, akurat, andal, valid, dan berguna untuk kondisi klinis dan eksperimental dan mampu memisahkan aspek sensoris rasa sakit dari aspek emosional.  Penilaian nyeri yang tepat dan sistematis diperlukan untuk membuat diagnosis yang benar dan menentukan rencana perawatan yang paling manjur untuk pasien yang mengalami nyeri.

Teknik

Rasa sakit harus dinilai menggunakan pendekatan multidimensi, dengan penentuan hal berikut:

  • Kronisitas
  • Kerasnya
  • Kualitas
  • Kontribusi / faktor terkait
  • Lokasi / distribusi atau etiologi rasa sakit, jika dapat diidentifikasi
  • Mekanisme cedera, jika ada

Hambatan untuk penilaian rasa sakit

Langkah-langkah Penilaian Nyeri masuk ke dalam 2 kategori:

  1. Skala skala tunggal – Skala ini menilai satu dimensi rasa sakit dan, melalui pelaporan diri pasien, hanya mengukur intensitas nyeri; Skala ini berguna dalam nyeri akut saat etiologi jelas
  2. Skala multidimensional – Ini mengukur intensitas, sifat, dan lokasi rasa sakit, dan juga, dalam beberapa kasus, dampak rasa sakit terhadap aktivitas atau mood pasien; Skala multidimensional berguna dalam nyeri akut atau kronis yang kompleks atau persisten

Penilaian nyeri bisa sangat sulit dilakukan pada pasien lanjut usia karena alasan berikut:

  • Kurang melaporkan ketidaknyamanan karena pasien tidak mau mengeluh
  • Penggunaan rasa sakit untuk menutupi kekurangan fisik atau kognitif lainnya yang baru berkembang
  • Penurunan ketajaman pendengaran dan penglihatan, sehingga alat penilaian rasa sakit yang membutuhkan penjelasan atau visualisasi yang luas untuk melakukan akan lebih sulit dan mungkin kurang dapat diandalkan.
  • Skala deskriptor verbal bisa menjadi alat termudah bagi lansia untuk digunakan. Hal ini memungkinkan pasien menggunakan kata-kata umum untuk menggambarkan perasaan mereka.

Penilaian nyeri pada bayi

Alat berikut menggunakan kombinasi pengukuran perilaku dan fisiologis untuk menilai rasa sakit pada bayi:

  • CRIES – Menggunakan 5 variabel (yaitu, menangis, membutuhkan oksigen, peningkatan tanda vital, ekspresi, kurang tidur) pada skala 0-2 poin untuk menilai nyeri pasca operasi neonatal
  • Modified Behavioral Pain Scale – Menggunakan 3 faktor (ekspresi wajah, tangisan, gerakan); telah divalidasi untuk anak usia 2-6 bulan

Penilaian nyeri pada anak kecil

  • Keterampilan kognitif atau bahasa yang terbatas dapat mempengaruhi ukuran rasa sakit, seperti juga konsekuensi positif atau negatif dari perilaku anak yang terkait dengan rasa sakit.
  • Pada anak-anak di atas 3-4 tahun, ukuran laporan sendiri dapat digunakan. Namun, anak-anak dapat underreport rasa sakit mereka untuk menghindari suntikan di masa depan atau prosedur lain yang bertujuan untuk mengurangi rasa sakit.

Referensi

 

  • Krechel SW, Bildner J. CRIES: a new neonatal postoperative pain measurement score. Initial testing of validity and reliability. Paediatr Anaesth. 1995. 5(1):53-61.

  • Taddio A, Nulman I, Koren BS, Stevens B, Koren G. A revised measure of acute pain in infants. J Pain Symptom Manage. 1995 Aug. 10(6):456-63. [Medline].
  • International Association for the Study of Pain. IASP taxonomy. Available at http://www.iasp-pain.org/AM/Template.cfm?Section=Pain_Defi…isplay.cfm&ContentID=1728. Accessed: October 14, 2011.
  • Steven D. Waldman, MD, JD. The measurement of pain: Objectifying the Subjective. Pain Management. Saunders Elsevier; 2007. 1: Section 1, Ch. 18.
  • Honorio T. Benzon, MD, Srinivasa N. Raja, MD, Robert E. Molloy, MD, et al. Pain Assessment. Essentials of Pain Medicine and Regional Anesthesia. second. USA: Elsevier Churchill Linvingstone; 2005. 5.
  • Jane Ballantyne, Scott M. Fishman, Salahadin Abdi. Assessment of Pain. Jane Ballantyne, MD. The Massachusetts General Hospital Handbook of Pain Management. second. USA: Lippincott Williams & Wilkins; 2002. pg 58.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s