Nyeri Otot atau Tulang dan Alergi Makanan

Nyeri Otot atau Tulang dan Alergi Makanan1466667159345.jpg

Nyeri adalah keluhan yang sering dialami seseorang baik anak atau dewasa. Gangguan tersebut akan meningkat setelah usia 35 tahun. Nyeri dengan berbagai manifestasi penyebab dan berbagai faktor. Salah satu yang saat ini menjadi perhatian adalah nyeri karena pengaruh alergi makanan. Salah stau comtoh gangguan itu adalah artritis alergi. Artritis adalah masalah kesehatan yang ditandai dengan peradangan sendi, yang dapat menyebabkan komplikasi serius untuk tulang dan jaringan di sekitar sendi yang terjangkit. Kondisi ini dapat dipicu atau diperparah oleh berbagai macam faktor, termasuk reaksi simpang makanan di antaranya alergi makanan, intoleransi makanan dan obat-obatan tertentu.

Pada kasus artritis alergi, sistem imun pasien bereaksi terhadap penyebab alergi, seperti meningkatkan suhu tubuh untuk melawan infeksi. Akan tetapi, respon imunologikal dapat mengakibatkan berbagai komplikasi seperti artritis reumatoid.

Artritis alergi dapat menyebabkan peradangan pada sendi tangan, pergelangan, dan kaki, tetapi juga dapat memengaruhi bagian lain tubuh. Jutaan orang di seluruh penjuru dunia mengalami artritis reumatoid, jumlah tersebut termasuk pada pasien yang mengalami artritis alergi karena sistem kekebalan tubuh tubuh mereka merespon jenis makanan dan obat-obatan tertentu. Artritis alergi juga dapat memengaruhi pasien dari segala usia dan jenis kelamin.

Artritis alergi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti sindrom lorong karpal, peradangan pada mata, paru-paru, pembuluh darah, jantung, serta meningkatkan risiko terkena serangan jantung atau stroke. Sindrom lorong karpal menyebabkan pada tangan tertekan, sehingga memengaruhi saraf yang bertanggung jawab untuk mengendalikan pergerakan dan sensasi pada tangan. Apabila tidak diperiksa dan diobati, artritis alergi dapat juga merusak sendi, tulang, tendon, dan tulang rawan. Pada kasus yang lebih serius, dapat menyebabkan kecacatan pada sendi.

Penyebab Artritis Alergi

  • Artritis alergi terjadi karena mengkonsumsi jenis makanan dan obat-obatan tertentu, yang memicu respon dari sistem kekebalan tubuh, yang mengakibatkan peradangan sendi.
  • Sebagian pasien yang terkena artritis reumatoid mengalami nyeri sendi setelah makan, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi makanan tertentu bukanlah akar penyebab penyakit ini, tetapi jenis protein tertentu dan bahan lainnya yang ditemukan pada makanan tersebut
  • Saluran pencernaan manusia adalah yang pertama dalam mengenali makanan atau obat-obatan yang menjadi penyebab alergi, sistem imun pasien keliru mengenali protein dan zat lainnya pada makanan yang disebut di atas sebagai penyerang berbahaya. Sistem imun pun berlanjut menghasilkan antibodi imunoglobulin E (IgE), yang kemudian akan memulai reaksi berantai yang dapat menyebabkan peradangan sendi.
  • Sebagian penelitian juga menunjukkan bahwa gluten (sejenis protein dalam gandum) dapat memicu artritis reumatoid pada sebagian orang.
  • Produksi antibodi cross reactive antibodies meningkat secara mencolok di usus pasien RA. Masalah terkait makanan mereka mungkin mencerminkan efek aditif yang merugikan dari beberapa reaksi hipersensitivitas sederhana yang dimediasi, misalnya oleh kompleks imun yang mempromosikan reaksi autoimun di persendian.

Faktor Resiko

  • Faktor genetik, yang berarti keluarga pasien memiliki gen artritis
  • Jenis kelamin – Penelitian memastikan bahwa lebih banyak wanita yang mengalami artritis dibandingkan pria, karena penyakit ini terkait dengan estrogen, hormon pada wanita.
  • Kebiasaan merokok – Perokok lebih rentan terkena artritis reumatoid dan kondisi lainnya yang melibatkan peradangan.

wp-1494982720122.

Gejala Utama Artritis Alergi

  • Pada stadium awal atau gejala ringan alergi terkait artritis reumatoid, yang pertama terpengaruh adalah sendi-sendi kecil pasien. Pasien sering mengalami nyeri pada sendi jari tangan atau kaki. Pada kasus yang lebih parah, peradangan dan gejala lainnya menyebar pada sendi besar seperti pergelangan tangan, siku, bahu, pinggul, lutut, dan pergelangan kaki.
  • Sendi terasa lembut dan hangat, yang mungkin terlihat bengkak
  • Terasa kaku pada sendi, yang dapat mulai terjadi di pagi hari dan berlangsung berjam-jam
  • Nodul reumatoid, atau benjolan jaringan di bawah kulit lengan, yang terasa keras bila disentuh
  • Lelah
  • Penurunan berat badan
  • Demam

Tidak seperti jenis artritis reumatoid lain, gejala artritis alergi biasanya dapat dilihat setelah pasien mencerna makanan atau obat-obatan yang menyebabkan atau memperparah kondisi tersebut dan diperberat saat mengalami infeksi virus flu dengan gejala salah satu dari badan ngilu terasa seperti capek, lemas badan lelah, sakit kepala, sakit tenggorokan, batuk pilek atau hidung buntu. Pasien juga mungkin mengalami rasa nyeri parah, atau masa peningkatan aktivitas artritis, sebagai reaksi tubuh terhadap penyebab alergi.

Seiring waktu, alergi yang terkait dengan artritis reumatoid dapat menyebabkan kelainan pada sendi. Kondisi tersebut juga dapat mengakibatkan sendi berpindah dari tempat yang seharusnya.

Diagnosis

    • Saat pasien mendapati gejala seperti di atas, terutama setelah mengkonsumsi jenis makanan tertentu, dokter akan menganjurkan pemeriksaan darah untuk mengukur tingkat sedimentasi eritrosit atau ESR. Jika tingkatnya tinggi berarti pasien mengalami peningkatan dalam proses peradangan pada tubuh. Rontgen umum juga dapat dilakukan untuk memantau perkembangan artritis alergi.
    • Pengobatan primer untuk artritis alergi biasanya diusulkan oleh dokter umum, yang kemudian dapat merujuk pasien pada dokter spesialis, seperti spesialis reumatologi dan tulang.
    • Pengobatan biasanya fokus untuk mencegah alergi artritis lebih berkembang. Umumnya pasien diberi resep obat-obatan untuk menahan respon autoimun terhadap penyebab alergi, atau untuk meredakan nyeri karena artritis. Obat-obatan juga dapat diresepkan untuk mencegah kerusakan lebih jauh pada tulang, tulang rawan, ligament, dan tendon.

Referensi

  • Panush RS1.Food induced (“allergic”) arthritis: clinical and serologic studies. J Rheumatol. 1990 Mar;17(3):291-4.
  • Panush RS, Stroud RM, Webster EM. .Food-induced (allergic) arthritis. Inflammatory arthritis exacerbated by milk. Arthritis Rheum. 1986 Feb;29(2):220-6.
  • Panush RS. Food induced (“allergic”) arthritis: clinical and serologic studies. J Rheumatol. 1990 Mar;17(3):291-4. s.
  • Hvatum M, Kanerud L, Hällgren R, Brandtzaeg P. The gut-joint axis: cross reactive food antibodies in rheumatoid arthritis. Gut. 2006 Sep;55(9):1240-7. Epub 2006 Feb 16.
  • Carini et. al. (1987). IgE complexes in food allergy. Ann Allergy. 1987 Aug;59(2):110-7.
  • Carini et. al. (1987). Immune complexes in food-induced arthralgia. Ann Allergy. 1987 Dec;59(6):422-8.
  • Darlington LG, Ramsey NW. (1993). Review of dietary therapy for rheumatoid arthritis. Br J Rheumatol. 1993 Jun;32(6):507-14.
  • DaWidowicz et. al. (2008). Unexplained polyarthralgia and celiac disease. Joint Bone Spine. 2008 May;75(3):325-8. Epub 2007 Oct 15.
  • Diethelm U (1993). Nutrition and chronic polyarthritis Schweiz Rundsch Med Prax. 1993 Mar 23;82(12):359-63.
  • Gaby AR, (1999). Alternative treatments for rheumatoid arthritis. Altern Med Rev. 1999 Dec;4(6):392-402..
  • Hafstrm I, et. al. (2001). A vegan diet free of gluten improves the signs and symptoms of rheumatoid arthritis: the effects on arthritis correlate with a reduction in antibodies to food antigens. Rheumatology (Oxford). 2001 Oct;40(10):1175-9.
  • Haugen et. al. (1991). Diet and disease symptoms in rheumatic diseases–results of a questionnaire based survey. Clin Rheumatol. 1991 Dec;10(4):401-7.
  • Hvatum et. al. (2006). The gut-joint axis: cross reactive food antibodies in rheumatoid arthritis. Gut. 2006 Sep;55(9):1240-7. Epub 2006 Feb 16.
  • Inman RD (1991). Antigens, the gastrointestinal tract, and arthritis. Rheum Dis Clin North Am. 1991 May;17(2):309-21.
  • Karatay S, et. al. (2006). General or personal diet: the individualized model for diet challenges in patients with rheumatoid arthritis. Rheumatol Int. 2006 Apr;26(6):556-60. Epub 2005 Jul 16.
  • Karatay S, et. al. (2004). The effect of individualized diet challenges consisting of allergenic foods on TNF-alpha and IL-1beta levels in patients with rheumatoid arthritis. Rheumatology (Oxford). 2004 Nov;43(11):1429-33. Epub 2004 Aug 10.
  • Parke AL, Hughes GR. (1981). Rheumatoid arthritis and food: a case study. Br Med J (Clin Res Ed). 1981 Jun 20;282(6281):2027-9.
  • Schrander et. al. (1997). Does food intolerance play a role in juvenile chronic arthritis? Br J Rheumatol. 1997 Aug;36(8):905-8.
  • Slot, O., Locht, H. (2000). Arthritis as presenting symptom in silent adult coeliac disease [gluten intolerance]: Two cases and review of the literature. Scandinavian Journal of Rheum
  • atology, 29, 260-263.
  • van de Laar MA, van der Korst JK. (1991). Rheumatoid arthritis, food, and allergy. Semin Arthritis Rheum. 1991 Aug;21(1):12-23.
  • van der Laar et. al. (1992). Food intolerance in rheumatoid arthritis. I. A double blind, controlled trial of the clinical effects of elimination of milk allergens and azo dyes. Ann Rheum Dis. 1992 Mar;51(3):298-302.
  • van der Laar et. al. (1992). Food intolerance in rheumatoid arthritis. II. Clinical and histological aspects. Ann Rheum Dis. 1992 Mar;51(3):303-6.
  • Vaahtovuo J, et. al. (2008). Fecal Microbiota in Early Rheumatoid Arthritis. J Rheumatol. 2008 Jun 1. [Epub ahead of print]
  • Auer H, Aspck H. (2004). Nosology and epidemiology of human toxocarosis–the recent situation in Austria Wien Klin Wochenschr. 2004;116 Suppl 4:7-18.
  • Krger et. al. (1994). [Blastocystis hominis as a rare arthritogenic pathogen. A case report] [Article in German] Z Rheumatol. 1994 Mar-Apr;53(2):83-5.
  • Sing A, et. al. (2008). Reactive arthritis associated with prolonged cryptosporidial infection. Infect. 2003 Aug;47(2):181-4.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s