Klasifikasi Migrain, Si Sakit Kepala

 

image

  • Migrain adalah gangguan kronis yang ditandai dengan terjadinya sakit kepala ringan hingga berat yang seringkali berhubungan dengan gejala-gejala sistem syaraf otonom. Kata migrain berasal dari Yunani  (hemikrania), yaitu “rasa sakit di salah satu sisi kepala”.
  • Tanda dan gejala berupa sakit kepala unilateral (hanya pada separuh bagian kepala), berdenyut-denyut, dan berlangsung selama 2 hingga 72 jam. Gejala-gejala yang turut menyertai antara lain mual, muntah, fotofobia (semakin sensitif terhadap cahaya), fonofobia (semakin sensitif terhadap suara) dan rasa sakitnya semakin hebat bila melakukan aktifitas fisik. Sekitar-sepertiga penderita sakit kepala migrain mengalami aura: yaitu semacam gangguan visual, indra, bicara, atau gerak/motorik yang menjadi pertanda bahwa sakit kepala tersebut akan segera muncul.
  • Migrain dipercaya terjadi sebagai akibat dari gabungan berbagai faktor lingkungan dan genetik. Kira-kira dua-per tiga kasus terjadi pada orang-orang yang sudah berkeluarga. Kadar hormon yang naik-turun juga dapat berpengaruh: migrain sedikit lebih banyak terjadi pada remaja pria daripada wanita sebelum masa puber, namun pada orang dewasa, sekitar dua hingga tiga kali lebih banyak terjadi pada wanita daripada pria. Kecenderungan migrain biasanya berkurang selama masa kehamilan.
    Mekanisme pasti migrain belum diketahui. Meski demikian, ada keyakinan bahwa penyakit ini disebabkan oleh gangguan neurovaskuler. Teori utama yang mendasari adalah adanya hubungan dengan meningkatnya keterangsangan korteks serebral dan kendali abnormal sel-sel syarafrasa sakit di dalam nukleus trigeminal
    batang otak.

Klasifikasi

  • Migrain pertama kali diklasifikasikan secara komprehensif pada tahun 1988. Masyarakat Sakit Kepala Internasional (International Headache Society) membuat klasifikasi sakit kepala paling mutakhir pada tahun 2004. Berdasarkan klasifikasi ini migrain merupakan sakit kepala primer yang disertai dengan antara lain sakit kepala tipe ketegangan dan sakit kepala kluster. Migrain dibagi menjadi tujuh subkelas (beberapa di antaranya masih dibagi menjadi subdivisi lagi):
  • Migrain tanpa aura, atau “migrain biasa”, yaitu berupa sakit kepala migrain yang tidak disertai auraMigrain dengan aura, atau “migrain klasik”, biasanya berupa sakit kepala migrain dengan aura. Meski jarang, aura juga dapat muncul tanpa sakit kepala, atau dengan sakit kepala non-migrain. Dua variasi lainnya yaitu migrain hemiplegik familial dan migrain hemiplegik sporadis, yaitu migrain dengan aura yang juga menyebabkan pasien mengalami kelemahan motorik. Bila seorang kerabat dekat mengalami kondisi yang sama, maka disebut “familial”, bila sebaliknya maka disebut “sporadis”. Variasi lainnya yaitu migrain tipe-basilar, yaitu sakit kepala dan aura yang disertai dengan kesulitan bicara, dunia berputar, telinga berdenging, atau sejumlah gejala yang berkaitan denganbatang otak, namun tanpa terjadi kelemahan motorik. Tipe migrain ini mula-mula diyakini disebabkan oleh spasme arteri basilar, arteri yang mengangkut darah ke batang otak. Sindrom periodik masa kanak-kanak yang biasanya menjadi prekursor migrain antara lain muntah siklik (periode muntah parah mendadak), migrain abdominal (sakit perut, biasanya disertai mual), dan vertigo paroksismal benigna anak-anak (serangan vertigo mendadak).
  • Migrain retinal terdiri dari sakit kepala migrain diserai gangguan penglihatan atau bahkan kebutaan sementara pada salah satu mata.Komplikasi migrain yaitu berupa sakit kepala migrain dan/atau aura yang biasanya terjadi dalam waktu lama atau amat sangat sering, atau disertai dengan kejang-kejang atau lesi otak.Migrain probabel adalah suatu kondisi yang menunjukkan sifat-sifat migrain, namun tidak ada cukup bukti untuk mendiagnosis kondisi tersebut sebagai migrain (yang juga disertai penggunaan obat berlebihan).Migrain kronis adalah komplikasi migrain, dan sakit kepala yang memenuhi kriteria diagnostik sakit kepala migrain dan berlangsung selama jangka waktu yang lebih panjang. Biasanya selama lebih dari atau sama dengan 15 hari/bulan selama kurun waktu lebih dari 3 bulan.

Migrain abdominal

  • Diagnosis untuk migrain abdominal sangat kontroversial. Beberapa bukti menunjukkan bahwa nyeri abdominal berulang selama waktu tertentu tanpa disertai sakit kepala juga merupakan suatu jenis migrain. Atau paling tidak merupakan prekursor dari migrain.
  • Episode nyeri ini bisa muncul atau pun tidak muncul pada gejala awal mirip migrain dan biasanya berlangsung dalam hitungan menit hingga jam. Keadaan ini biasanya terjadi pada seseorang dengan sejarah migrain khas perorangan atau keluarga. Gejala lain yang juga dipercaya sebagai prekursor adalah: Sindrom muntah bersiklus dan benign paroxysmal vertigo pada masa kanak-kanak.

Diagnosis diferensial

  • Kondisi lain yang juga dapat menyebabkan gejala yang sama untuk sakit kepala pada migrain termasuk: temporal arteritis, sakit kepala cluster, glaukoma akut, meningitis dansubarachnoid hemorrhage.
  • Temporal arteritis biasanya muncul pada orang berusia di atas 50 tahun dan ditunjukkan dengan adanya bagian lunak pada pelipis, sakit kepala cluster ditunjukkan oleh satu-sisi hidung tersumbat, mata berair dan nyeri hebat di sekitar rongga mata, glaukoma akut berhubungan dengan masalah penglihatan, meningitis dengan demam, dan subaracchnoid hemorrhage dengan serangan yang cepat. Tekanan sakit kepala biasanya muncul pada ke dua sisi, tidak berdenyut, dan kurang melumpuhkan.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s