Tension headache, Sakit Kepala Kronis

Tension headache, Sakit Kepala Kronis

wp-1466115914395.jpgTension type headache adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sakit kepala kronis tanpa gejala karena disebabkan gejalanya yang kurangnya karakteristik dibandingkan migrain atau sakit kepala cluster. Mekanisme patofisiologis yang pasti masih tidak diketahui, dan ketegangan bukan merupakan faktor yang paling bertanggung jawab. Kontraksi otot leher dan kulit kepala yang juga sudah diajukan sebagai penyebabnya, nyatanya mungkin hanya merupakan fenomena sekunder. Dalam bentuk klasiknya, Tension type headache adalah gangguan kronis yang dimulai setelah usia 20. hal ini ditandai dengan serangan yang cukup sering (seringkali setiap hari), tidak berdenyut, nyeri kepala oksipital bilateral, tidak berhubungan dengan mual, muntah, atau prodromal visual yang gangguan. Rasa sakit kadang-kadang disamakan dengan rasa ketat seperti terikat pita di sekitar kepala. Umumnya wanita lebih sering terkena daripada pria. Meskipun Tension typeheadache dan migrain secara tradisional dianggap gangguan yang berbeda, banyak pasien mengalami sakit kepala yang menunjukkan gejala dari keduanya. Contohnya, beberapa pasien yang diklasifikasikan memiliki Tension typeheadache mengalami sakit kepala berdenyut, nyeri kepala unilateral, atau muntah saat serangan. Karena itu, mungkin lebih akurat untuk melihat ketegangan sakit kepala dan migrain sebagai mewakili kutub berlawanan dari spektrum klinis yang tunggal.

Penanganan

  • Prinsip-prinsip pengobatan Tension type headache adalah sama dengan migrain. Pasien dengan Tension type headachekemungkinan besar bisa mengobati dirinya sendiri dengan analgesik, yaitu penghilang rasa nyeri yang dijual bebas. Selain obat, olahraga teratur merupakan hal yang penting untuk mencegah penyakit ini sehingga harus menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari pasien. Kebanyakan pasien berespon baik terhadap untuk berolahraga, relaksasi, dan analgesik sederhana.
  • Jika pasien tidak menunjukkan kesembuhan dari hasil terapi tersebut, maka diperlukan pengobatan profilaksis seperti Antidepresan trisiklik yang berkhasiat untuk TTH. Sedangkan untk pasien TTH dengan depresi mungkin memiliki respon terhadap antidepresan lain.

Referensi

  • Rosted P, Jørgensen A, Bundgaard M (2010). “Temporomandibular dysfunction can contribute to aggravation of tension-type headache: a case report”. Acupunct Med 28(3): 154–5.
  • David A. Greenberg, Michael J. Aminoff, Roger P. Simon (2002). Clinical Neurology 5th edition. McGraw-Hill/Appleton & Lange. -.^ (Inggris) Andrea C. Adams, MD (2008).Mayo Clinic Essential Neurology. Mayo Foundation. ISBN-13 9781420079739.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s