Nyeri, Permasalahan dan Penanganannya

image

Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual atau potensial. Nyeri adalah alasan utama sese­orang untuk mencari bantuan perawatan kesehatan. Nyeri terjadi bersama banyak proses penyakit atau bersamaan dengan beberapa pemeriksaan diagnostik atau pengobat­an. Nyeri sangat mengganggu dan menyulitkan lebih banyak orang dibanding suatu penyakit manapun.
Nyeri adalah suatu perasaan sensorik yang tidak menyenangkan dengan disertai kerusakan jaringan yang aktual atau potensial.

Fisiologi Nyeri

Nyeri dianggap nyata meskipun tidak ada penyebab fisik atau sumber yang dapat didentifikasi. Meskipun beberapa sensasi nyeri dihubungkan dengan status mental atau sta­tus psikologis, pasien secara nyata merasakan sensasi nyeri dalam banyak hal dan tidak hanya membayangkan­nya saja. Kebanyakan sensasi nyeri adalah akibat dari stimuli fisik dan mental atau stimuli emosional. Oleh karena, itu, mengkaji nyeri individu mencakup pengum­pulan informasi tentang penyebab fisik dari nyeri juga faktor mental atau emosional yang mempengaruhi per­sepsi individu terhadap nyeri. Intervensi keperawatan diarahkan kepada kedua komponen tersebut.

Pokok penting yang harus selalu diingat adalah, apa yang “dikatakan” pasien tentang nyeri adalah tidak pada pernyataan verbal. Beberapa pasien tidak dapat atau tidak akan melaporkan secara verbal bahwa mereka mengalami nyeri. Karenanya, perawat juga bertanggung jawab terha­dap pengamatan perilaku nonverbal yang dapat terjadi bersama dengan nyeri.

Meskipun penting artinya untuk mempercayai pasien yang melaporkan nyeri, yang juga sama pentingnya adalah untuk waspada terhadap pasien yang mengabaikan nyeri saat nyeri terjadi. Seorang perawat yang menduga nyeri pada pasien yang menyangkal nyeri harus menggali bersama pasien penalaran terhadap, dugaan nyeri, seperti kenyataan bahwa gangguan atau prosedur biasanya me­nimbulkan nyeri, atau bahwa pasien meringis saat berge­rak atau menghindari gerakan. Menggali kemungkinan alasan mengapa pasien mengabaikan rasa nyeri adalah juga sangat membantu. Banyak orang yang menyangkal nyeri yang dialaminya karena mereka takut dengan peng­obatan/tindakan yang mungkin terjadi jika mereka me­ngeluh nyeri atau takut menjadi ketergantungan terhadap opioid (narkotik) jika obat-obat ini diberikan untuk meng­atasi nyeri.

image

Penanganan Nyeri

Terdapat beberapa cara dalam mengurangi rasa nyeri saat persalinan:

* Terapi Farmakologik, meliputi pemberian obat-obatan tertentu pada ibu bersalin diantaranya:

** Obat-obatan Narkotika dan penenang. Obat-obatan ini dapat menembus sawar plasenta sehingga dapat menyebabkan depresi pernafasan neonatus. Pethidin merupakan preparat analgetik narkotik yang paling sering digunakan dalam kebidanan, dan prometazin serta diazepam merupakan obat penenang yang paling sering dipakai. Penggunaan obat ini harus secara hati-hati.

** Analgestik Inhalasi. Gas dan udara (paling sering berupa campuran nitrous oksida dan oksigen) yang digunakan lewat masker, umumnya dipakai setelah proses persalinan berlangsung dan kontraksi rahim menyiksa ibu hamil tersebut.

** Blok Epidural. Jika tidak digunakan dalam waktu yang lama, bentuk analgesik ini tidak menimbulkan efek pada janin. Pemakaiannya merupakan indikasi kalau stress fisik itu dapat membawa bahaya (misalnya:keadaan pre-eklamasia, hipertensi essensiil, penyakit jantung) ini umumnya dilakukan pada sectio secaria.

** Blok Pudendal dan Paraservikal. Blok pudendal meliputi penyuntikan larutan anastesi lokal ke dalam jaringan di dekat nevus pudendus. Blok paraservikal disuntikkan ke dalam jaringan serviks eksterna.

Metode Non Farmakologik, diantaranya

** Stimulasi elektrik saraf transkutaneus (TENS/Transcutanecus Electrical Nerve Stimulation). Biasanya digunakan untuk mengatasi nyeri yang kronis. Alat ini cara kerjanya dengan aliran listrik pada daerah lambat/sakral. Implus listrik ini akan memutuskan lintasan saraf sensorik ke otak sehingga stimulus nyeri dapat dikurangi.

** Relaksasi. Relaksasi adalah metode pengendalian nyeri non farmakologik yang paling sering digunakan di Inggris. Metode ini menggunakan pendidikan dan latihan pernafasan dengan prinsip wanita dapat mengurangi nyeri dengan cara mengurangi sensasi nyeri dan mengontrol intensitas reaksi terhadap nyeri dalam. Relaksasi dapat dilakukan dengan cara ciptakan lingkungan yang tenang, tentukan posisi yang nyaman, konsentrasi pada suatu obyek atau bayangan visual, lepaskan ketegangan.

** Hipnoterapi. Hypnosis merupakan cara lain dalam mencapai relaksasi dalam. Menurut teori gerbang kendali, hypnosis menutup ”gerbang” yang terdiri dari penghambatan interneuron dalam substansia gelatinosa kamu dorsalis dalam. Selama persalinan, hypnosis dianggap memungkinkan wanita untuk menginterpretasikan ulang nyeri kontaksi uterus sebagai sensasi lemah. Dengan cera ini ”gerbang” pada substansia gelatinosa dicegah oleh implus yang turun untuk membuka dan menyebabkan persepsi nyeri. Seiring dengan relaksasi, respon stress otonom berkurang dan hormon stress. Yang biasanya meningkat persepsi nyeri dalam persalinan, tidak disekresi

** Imajinasi. Hal ini dapat dicapai dengan menciptakan bayangan yang mengurangi kaparahan nyeri atau yang terdiri dari pengganti yang lebih dapat diterima dan tidaknya

** Umpan Balik Biologis. Teknik relaksasi dengan prinsip membantu individu untuk mengendalikan fungsi atonom khususnya tentang nyeri.

** Psikoprofilaksis. Dengan menerapkan konsep Pavlovian pada relaksasi dalam persalinan dan mengenalkan istilah ”psikoprofilaksis”, yang berarti mencegah rasa nyeri dengan metode psikologis, (menghilangkan kesan negatif terhadap persalinan).

** Terapi Manual. Pada beberapa intervensi ini penggunaan tangan sangat penting sehingga termasuk dalam terapi manual

Meliputi:

1)   Masase adalah terapi nyeri yang paling primitif
2)  Sentuhan Terapeutik:Intervensi keperawatan, seperti bentuk masase yang lebih khusus, yang dapat digunakan untuk meredakan nyeri dan mengadopsi kerangka kerja teorinya dari timur adalah sentuhan terapeutik. Walaupun dilakukan penelitian dengan berbagai kualitas mengenai pengaruh sentuhan terapeutik, penelitian pada wanita bersalin masih kurang
3)  Akupresur:Terdiri dari masase ujung jari di atas titik akupuntur
4) Akupuntur: Akupuntur klasik mendapat dasar teori dari pengobatan Cina Tradisional yang berusia 3000 tahun.

** Musik. Efek dari penggunaan musik masih belum jelas hingga kini terdapat pengurangan nyeri.

** Hidroterapi. Keuntungan hidroterapi dikaitkan pada 2 Fenomena pertama, hidroterapi merupakan hasil dari air sebagai konduktor panas, melemaskan spasme otot rahim dan kemudian meredakan nyeri. Kedua, hidrokinesis meniadakan pengaruh gravitasi, bersama dengan ketidaknyamanan yang berkaitan dengan tekanan pada panggul dan struktur lain. Hidrotermia dan hidrokinesis digabungkan untuk membantu relaksasi sehingga mengurangi kecemasan dan kelelahan.

** Homeopati. Obat yang merangsang tubuh untuk menyembuhkan diri sendiri.

** Posisi, Postur, dan Ambulasi.Posisi duduk bersila dapat meredakan nyeri punggung. Ia berpendapat bahwa posisi ini serta ambulasi, memungkinkan kesegarisan yang lebih baik pada tulang belakang ibu dan janin, dan kepala janin dengan panggul wanita. Strategi ini tepat bila wanita merasakan nyeri akibat posisi oksipito posterior; kemudian postur tegak wanita mempermudah rotasi oksiput janin kearah depan. Dengan demikian, menjadi lebih nyata bahwa perubahan postur yang mendorong kemajuan persalinan dapat juga meredakan nyeri.

Lingkungan Persalinan meliputi lingkungan fisik dan emosional

Mengenai dukungan emosional, Niven (1994) menyoroti dukungan profesional. Dilaporkan fase retropektif dari penelitiaannya yang terdiri dari 51 wanita Skotlandia yang menghadapi nyeri persalinannya. Ia mengidentifikasi peranan penting ”mempercayai staf”. Kepercayaan ini muncul pada wanita yang merasa bahwa staf (kebidanan) mengontrol keadaan dan merasa gembira akan hal ini. Mungkin kepercayaan Niven berhubungan dengan persepsi bahwa mereka didukung. Niven menemukan bahwa ”kepercayaan dikaitkan dengan tingkat nyeri yang secara signitifikan lebih rendah pada 7 penelitian.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s