Deskripsi Verbal Tentang Nyeri

image

Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual atau potensial. Nyeri adalah alasan utama sese­orang untuk mencari bantuan perawatan kesehatan. Nyeri terjadi bersama banyak proses penyakit atau bersamaan dengan beberapa pemeriksaan diagnostik atau pengobat­an. Nyeri sangat mengganggu dan menyulitkan lebih banyak orang dibanding suatu penyakit manapun.
Nyeri adalah suatu perasaan sensorik yang tidak menyenangkan dengan disertai kerusakan jaringan yang aktual atau potensial.

Deskripsi Verbal tentang Nyeri

Individu merupakan penilai terbaik dari nyeri yang dialaminya dan karenanya harus diminta untuk menggambarkan dan membuat ting­katnya. Informasi yang diperlukan harus menggambarkan nyeri individual dalam beberapa cara yang berikut:

* Intensitas nyeri. Individu dapat diminta untuk membuat tingkatan nyeri pada Skala verbal (misalnya tidak nyeri, sedikit nyeri, nyeri hebat, atau sangat hebat; atau 0 sampai 10: 0 = tidak ada nyeri, 10 nyeri sangat hebat). Untuk kepentingan penelitian ini, maka peneliti menggunakan skala intensitas nyeri numerik yaitu 0-10.

* Karakteristik nyeri. Termasuk letak (untuk area dimana nyeri pada berbagai organ mungkin merupakan alih), durasi (menit, jam, hari, bulan, dan sebagainya), irama (misalnya terus-menerus, hilang timbul, periode bertambah dan berkurangnya inten­sitas atau keberadaan dari nyeri) dan kualitas (misalnya nyeri seperti ditusuk, seperti terbakar, sakit, nyeri seperti ditekan).

Faktor-faktor yang meredakan nyeri (misanya ge­rakan, kurang bergerak, pengerahan tenaga, istira­hat, obat-obat bebas, dan sebagainya) dan apa yang dipercaya pasien dapat membantu mengatasi nyerinya. Banyak orang yang mempunyai ide-ide tertentu tentang apa yang akan menghilangkan nyerinya. Perilaku ini sering didasarkan pada pengalaman atau trial and error.Efek nyeri terhadap aktivitas kehidupan sehari­-hari (misalnya tidur, nafsu makan, konsentrasi, inter­aksi dengan orang lain, gerakan fisik, bekerja dan aktivitas-aktivitas santai). Nyeri akut sering berkait­an dengan ansietas dan nyeri kronis dengan depresi. Kekhawatiran individu tentang nyeri. Dapat me­liputi berbagai masalah yang luas, seperti beban ekonomi, prognosis, pengaruh terhadap peran dan perubahan citra diri.Skala Analogi Visual

Skala analogi visual sangat berguna dalam mengkaji Intensitas nyeri. Skala tersebut adalah berbentuk garis horisontal sepanjang 10 cm, dan ujungnya mengindikasikan nyeri yang berat. Pasien diminta untuk menunjuk titik pada garis yang menunjukkan letak nyeri terjadi di sepanjang rentang tersebut. Ujung kiri biasanya menandakan “tidak ada” atau “tidak nyeri,” sedangkan ujung kanan biasanya menandakan “berat” atau “nyeri yang paling buruk.” Untuk menilai hasil, sebuah penggaris diletakan sepan­jang garis dan jarak yang dibuat pasien pada garis dari “tidak ada nyeri” diukur dan ditulis dalam centimeter.

Pedoman untuk Menggunakan Skala Pengkajian Nyeri

Menggunakan skala tertulis untuk mengkaji nyeri tidak mungkin dilakukan jika pasien sakit serius atau dalam nyeri yang hebat atau baru saja mengalami pembedahan.

Dalam kasus ini pasien dapat ditanya: “Pada skala dari nol sampai dengan sepuluh, nol ‘tidak ada nyeri’ dan sepuluh ‘nyeri paling buruk yang dapat terjadi,’ seberapa berat nyeri yang anda rasakan saat ini?” Pasien biasanya dapat berespons tanpa kesulitan. Jika mungkin, perawat dapat menunjukkan kepada pasien bagaimana skala nyeri bekerja sebelum nyeri terjadi (yaitu saat praoperasi). Tingkat angka individu dicatat dan digunakan untuk mengkaji efektivitas dari intervensi pereda nyeri.

Jika pasien tidak dapat berbahasa Indonesia atau tidak mampu mengkomunikasikan dengan jelas informasi yang dibutuhkan untuk mengatasi nyeri, seorang interpreter, penerjemah, atau anggota keluarga yang terbiasa dengan metode komunikasi pasien harus dikonsulkan dan metode untuk pengkajian nyeri dibuat. Apabila seseorang dengan nyeri dirawat di rumah oleh keluarga atau perawat, skala nyeri mungkin membantu dalam mengkaji efektivitas intervensi yang diterapkan, jika skala digunakan sebelum dan sesudah intervensi diberikan. Skala yang menunjukkan letak dan pola nyeri dapat berguna bagi perawat rumah dalam mengidentifika­si sumber atau tempat nyeri bare pada pasien yang sakit kronis atau pasien sakit terminal dan dalam memantau perubahan tingkat nyeri pasien. Pasien dan keluarga yang memberi perawatan dapat diajari cara menggunakan skala pengkajian nyeri untuk mengkaji dan mengatasi nyeri pasien. Perawat rumah yang mengunjungi pasien hanya pada interval waktu tertentu dapat menggunakan catatan tertulis nilai nyeri dalam mengevaluasi seberapa efektif strategi penatalaksanaan nyeri yang telah dijalani.

Pada suatu kesempatan, seseorang akan menyangkal merasakan nyeri ketika kebanyakan orang dalam keadaan yang sama akan melaporkan nyeri yang signifikan. Seba­gai contoh, bukanlah hal yang tidak biasa pasien yang pulih dari penggantian sendi total untuk menyangkal rasa nyeri tetapi pada pertanyaan selanjutnya akan dengan mudah mengakui, mengalami “sakit yang sangat hebat, tetapi saya tidak akan menyebutnya nyeri.” Selanjutnya, saat mengevaluasi nyeri pasien ini, perawat akan meng­gunakan kata-kata pasien dari pada kata “nyeri. “

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s