Paracetamol, Pilihan Utama Obat Pereda Nyeri

image

Parasetamol atau asetaminofen adalah obat analgesik dan antipiretik yang populer dan digunakan untuk melegakan sakit kepala, sengal-sengal dan sakit ringan, serta demam. Digunakan dalam sebagian besar resep obat analgesik selesma dan flu. Ia aman dalam dosis standar, tetapi karena mudah didapati,overdosis obat baik sengaja atau tidak sengaja sering terjadi.

Berbeda dengan obat analgesik yang lain seperti aspirin dan ibuprofen, parasetamol tak memiliki sifat antiradang. Jadi parasetamol tidak tergolong dalam obat jenis NSAID. Dalam dosis normal, parasetamol tidak menyakiti permukaan dalam perut atau mengganggu gumpalan darah, ginjal, atau duktus arteriosus pada janin.

Nyeri
Menurut PERDOSSI (Perhimpunan Dokter Spesialis Syaraf Indonesia) melalui kelompok studi nyeri telah menterjemahkan definisi nyeri dari International Association for the Study of Pain (IASP) sebagai berikut : “ Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emonsional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan, baik aktual maupun potensial atau yang digambarkan dalam bentuk kerusakan tersebut.”  Nyeri merupakan sensasi yang menyebabkan seseorang mencari pertolongan medis,atau mencari obat-obatan tertentu. Ada sejumlah obat-obat yang digunakan untuk meredakan rasa nyeri.

Parasetamol

Parasetamol atau asetaminofen, sudah digunakan selama lebih dari setengah abad oleh para klinisi untuk meredakan rasa nyeri. Zat ini bekerja melalui mekanisme efek anti nyeri di susunan saraf pusat, yaitu dengan menghambat serotonin, sehingga mengurangi rasa nyeri yang dirasakan.

Parasetamol pertama kali disintesis di tahun 1878 oleh Morse, dan pertama kali digunakan secara klinis oleh von Mering di tahun 1887. Lalu, Parasetamol digunakan di Amerika Serikat di tahun 1955, dan di Inggris setahun kemudian.

Menurut World Health Organization atau WHO, parasetamol yang merupakan derivat sintetik dari p-aminophenol dapat berperan sebagai obat pereda rasa nyeri ( analgesik) dan obat untuk menurunkan demam (antipiretik). Dimetabolisme di hati dan dikeluarkan dari tubuh melalui urine.

Mekanisme Aksi

Parasetamol ini merupakan obat pilihan pertama untuk mengurangi gejala nyeri dari tingkat ringan sampai sedang. Dimana cara kerja Parasetamol sebagai antinyeri adalah dengan mempengaruhi zat kimia pada tubuh yang dinamakanprostaglandin, yaitu zat yang dilepaskan sebagi respon tubuh terhadap penyakit ataupun trauma. Parasetamol bekerja dengan memblokade produksi prostglandin dan membuat tubuh tidak “menyadari” rasa sakit dan trauma tersebut. Jika digunakan sesuai dosis dan indikasi, Parasetamol adalah terapi yang paling efektif dan aman untuk membantu mengurangi serta mengontrol rasa sakit dan meredakan demam.

Mekanisme aksi utama dari parasetamol adalah hambatan terhadap enzim siklooksigenase (COX: cyclooxigenase), dan penelitian terbaru menunjukkan bahwa obat ini lebih selektif menghambat COX-2. Meskipun mempunyai aktivitas antipiretik dan analgesik, tetapi aktivitas antiinflamasinya sangat lemah karena dibatasi beberapa faktor, salah satunya adalah tingginya kadar peroksida dapat lokasi inflamasi. Hal lain, karena selektivitas hambatannya pada COX-2, sehingga obat ini tidak menghambat aktivitas tromboksan yang merupakan zat pembekuan darah.

Parasetamol adalah obat pilihan untuk mengurangi rasa nyeri pada beberapa kondisi, sebagai berikut :

Gejala nyeri dari tingkat ringan hingga sedang pada penyakit-penyakit seperti :

*** Penyakit pada Gigi dan Rongga Mulut
*** Otot Terkilir ( muscle Sprain ) seperti nyeri otot leher
*** Sakit Kepala dan Migrain
*** Nyeri Punggung
*** Menstrual Cramp / Nyeri saat haid
*** Nyeri Sendi kronis seperti pada penyakit Arthritis Rheumatoid, yaitu penyakit radang sendi kornis.
*** Menurut penelitian, pada manajemen nyeri dimana terapi kombinasi parasetamol dengan jenis anti nyeri lainnya terbukti efektif untuk meredakan nyeri pada tindakan operasi tertentu.
*** Serangan Nyeri akut pada bagian tubuh kita, yaitu nyeri pada  organ muskuloskeletal ( otot-sendi-tulang).

Penggunaan

KEMASAN

Paracetamol tablet 500 mg. Paracetamol sirup 125 mg/5 ml. Paracetamol sirup 160 mg/5 ml. Paracetamol sirup 250 mg/5 ml. Paracetamol suppositoria.

DOSIS DAN ATURAN PAKAI Paracetamol Tablet
Dewasa dan anak di atas 12 tahun : 1 tablet, 3 – 4 kali sehari. Anak-anak 6 – 12 tahun : ½ – 1, tablet 3 – 4 kali sehari.
Paracetamol Sirup 125 mg/5 ml
Anak usia 0 – 1 tahun : ½ sendok takar (5 mL), 3 – 4 kali sehari.
Anak usia 1 – 2 tahun : 1 sendok takar (5 mL), 3 – 4 kali sehari.
Anak usia 2 – 6 tahun : 1 – 2 sendok takar (5 mL), 3 – 4 kali sehari.
Anak usia 6 – 9 tahun : 2 – 3 sendok takar (5 mL), 3 – 4 kali sehari.
Anak usia 9 – 12 tahun : 3 – 4 sendok takar (5 mL), 3 – 4 kali sehari.

Paracetamol

** Demam. Parasetamol telah disetujui sebagai penurun demam untuk segala usia. WHO hanya merekomendasikan penggunaan parasetamol sebagai penurun panas untuk anak-anak jika suhunya melebihi 38.5 C. Namun efektivitas parasetamol sendiri untuk demam anak masih dipertanyakan, jika dibandingkan dengan efektivitas ibuprofen.

** Nyeri. Parasetamol digunakan untuk meredakan nyeri. Obat ini mempunyai aktivitas sebagai analgesik, tetapi aktivitas antiinflamasinya sangat lemah. Parasetamol lebih dapat ditoleransi oleh pasien yang mempunyai riwayat gangguan pencernaan, seperti pengeluaran asam lambung berlebih dan pendarahan lambung, dibandingkan dengan aspirin.

Efek Samping

Pada dosis yang direkomendasikan, parasetamol tidak mengiritasi lambung, memengaruhi koagulasi darah, atau memengaruhi fungsi ginjal. Namun, pada dosis besar (lebih dari 2000 mg per hari) dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan bagian atas. Hingga tahun 2010, parasetamol dipercaya aman untuk digunakan selama masa kehamilan.

Kelebihan Dosis

Penggunaan parasetamol di atas rentang dosis terapi dapat menyebabkan gangguan hati. Pengobatan toksisitas parasetamol dapat dilakukan dengan cara pemberian asetilsistein (N-asetil sistein) yang merupakan prekusor glutation, membantu tubuh untuk mencegah kerusakan hati lebih lanjut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s