Obat Paracetamol Tidak Berpengaruh Untuk Pengobatan Nyeri Punggung

image
Obat pilihan pertama yang diberikan dokter untuk nyeri punggung paling umum digunakan adalah golongan analgesik atau penahan nyeri parasetamol. Namun beberapa penelitian mengungkapkan bahwa obat pereda nyeri itu tidak membantu penderitanya sembuh. Obat ini hanya mengurangi gejala sementara saja.

Parasetamol tersedia dalam bentuk tablet dan sirup. Biasanya obat ini diindikasikan untuk pereda demam dan nyeri. Merek dagang yang ada di pasaran Indonesia adalah Panadol, Sanmol, Tempra dan sebagainya.

Penelitian dari Australia tersebut menemukan tidak ada bukti khasiat parasetamol dalam mengatasi nyeri pungung. Para peneliti melakukan studi terhadap 1.652 orang penderita nyeri punggung bawah akut di Sydney. Peserta penelitian berusia rata-rata 45 tahun dan terbagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama mendapat 3.990 mg parasetamol per hari sedangkan grup kedua mendapat 4.000 mg per hari ketika dibutuhkan. Kelompok ketiga hanya mendapatkan pil placebo.

Studi tersebut menemukan perbedaan kecil dalam jumlah hari yang dibutuhkan untuk sembuh di antara tiga kelompok tersebut. Kelompok yang mendapat pil placebo rata-rata sembuh 16 hari, sehari lebih cepat dari kelompok yang lain. Disebutkan juga dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet tersebut bahwa parasetamol tidak memiliki efek cepat mengurangi nyeri, kecacatan, fungsi, kuailtas tidur maupun kualitas tidur.

Studi yang dipimpin oleh Dr. Christopher Willliams dari Sydney University tersebut menyimpulkan parasetamol efektif dalam menyembuhkan nyeri akut seperti cabut gigi dan nyeri pascaoperasi. Tim peneliti meragukan peran parasetamol dalam meredakan nyeri punggung bawah. Pereda nyeri seperti parasetamol mungkin bukan termasuk pengobatan primer dalam manajemen nyeri punggung bawah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat perlu mempertimbangkan kembali rekomendasi umum pemberian parasetamol sebagai pengobatan pilihan pertama nyeri punggung bawah kendati parasetamol ini berkhasiat menyembuhkan nyeri bentuk lain.

Ahli dari Belanda Bart Koes dan Wendy Enthoven dari Erasmus University Medical Center Rotterdam juga menulis di The Lancet. Mereka mengatakan terlalu dini untuk mengubah panduan klinis untuk pengobatan nyeri punggung bawah. Walaupun hasil percobaan kualitas tinggi ini jelas, isi panduan seharusnya tidak diubah hanya dengan dasar satu percobaan. Hasil penelitian lain yang lebih kuat dan konsisten, termasuk verifikasi hasil penelitian pada populasi lain masih dibutuhkan. Parasetamol dikenal bekerja dengan menghalangi enzim prostaglandin di otak dan saraf tulang belakang yang terlibat dalam pengiriman rasa nyeri, kata mereka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s