Nav1.7, Penderita Tidak pernah mengalami Rasa Nyeri

image

Gangguan genetik Nav1.7 adalah gangguan yang sangat langka dan unik. Neberapa orang penderota gangguan ini tidak pernah mengalami rasa nyeri sedikitpun.  Penderita Nav1.7-nya tidak berfungsi menghasilkan opioid dalam tingkat rendah sepanjang hidup tanpa efek samping yang tidak menyenangkan.

Ilmuwan memulai penelitian tersebut setelah membantu seorang perempuan 39 tahun yang tidak pernah merasakan nyeri akibat kondisi langka. Perempuan tersebut lahir dengan mutasi genetik, di mana saluran ion yang disebut Nav1.7 yang membawa ion natrium melintasi membran saraf dan memungkinkan transmisi sinyal rasa sakit ke otak diblokir.

Manusia yang tidak bisa merasakan nyeri, apalagi sejak dilahirkan, bukan sesuatu yang baik. Sebab bayi tanpa rasa nyeri cenderung untuk menggigiti jari, bibir dan kakinya. Meskipun keluar darah dalam jumlah banyak, mereka tidak merasakan nyeri sama sekali. Ketika usianya bertambah, anak-anak dengan kondisi ini berisiko membahayakan diri saat kontak dengan benda panas atau tajam.

Setelah uji coba pada tikus rekayasa genetik, peneliti memberikan naloxone, pemblokir opioid, kepada perempuan itu. Ternyata perempuan tersebut untuk pertama kalinya bisa merasakan nyeri. Ini merupakan kabar gembira karena artinya ilmuwan menemukan cara baru mengatasi nyeri kronis.

Dari penelitian diketahui dengan memblokir Nav1.7 maka bisa membunuh rasa nyeri. Peneliti menemukan tikus ataupun orang-orang yang kekurangan Nav1.7 menghasilkan opioid peptida lebih tinggi dari level normal. Opioid peptida ini merupakan penghilang nyeri alami tubuh.

Setelah satu dekade uji obat agak mengecewakan, peneliti sekarang telah mengonfirmasi bahwa Nav1.7 benar-benar elemen kunci terkait rasa sakit manusia.

Dalam studi yang dipublikasikan di Nature Communications dituturkan peneliti tengah mendaftarkan paten untuk kombinasi opioid peptida dosis rendah dengan pemblokir Nav1.7. Kombinasi tersebut ditengarai bisa meniru kondisi ketiadaan rasa nyeri pada orang dengan mutasi langka.

Sebelumnya sudah ada obat anestetik lokal yang cara kerjanya menghasilkan blokade konduksi atau blokade lorong natrium pada dinding saraf. Namun obat ini menyebabkan efek mati rasa. Ditengarai bisa juga menyebabkan efek samping yang serius dalam penggunaan yang lama. Morfin juga digunakan sebagai penghilang rasa nyeri yang efektif, sayangnya bisa menyebabkan kecanduan.

Sumber: independen.com dan dailumail.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s